Thursday, July 26, 2012

Home Made Cooking




Hello minna!!!

Hehehe... Sebenernya udah lama mau posting ini, tapi ko collecting potonya males banget. Maklum, filing buruk, foto-foto tersebar di sejumlah folder.

Yup, this post is about my cooking during this 2nd semester in here. Sejak pindah dorm (dari dorm standard ke kategori 4), jadi lebih sering masak. Perkaranya cuma satu, dapurnya lebih beradab, di dalem kamar pula, jadi nggak perlu mengganggu kemaslahatan umat dan berperang sama nyamuk-nyamuk waktu masak malem-malem :)) hehehe... Sebagian besar masakannya simple, dan bahannya mudah dicari disini (yaaa, walaupun ada sebagian bahan yang aku bawa dari Indo sih). Resepnya ada yang bumbu jadi dan ada yang racik sendiri (terutama resep-resep hasil googling). Resep paling susah adalah masakan-masakan Indonesia, yang bumbunya harus dihaluskan, alasannya: ulekan warisan hilang entah kemana dan nggak punya blender), so... mengulek adalah hal yang paling menyebalkan, can guess what I use for this thing? Mangkok dan sothil! Dan karena itu, air mata mengucur dengan derasnya. Kesimpulannya: home made cooking adalah masakan yang penuh cinta, dibuat dengan senyum dan tangisan bahagia *halah lebay!

Hahaha, anyway, here they are! Enjoy nah... Arroy mai khaa?

Gomen nee kalo postingnya malah pas bulan puasa, tapi ini kan udah jam berbuka. Selamat buka puasa teman-teman!!

Tuesday, July 3, 2012

Before Sleep


Yeah… lagi-lagi untuk keberapa kalinya aku nggak bisa tidur, pun untuk bikin tugas rasanya udah stuck *sigh. Hehe, kalo soal ngerjain tugas…aja malesnya minta ampun, kalo ngenet sehari semalam rajinnyaaaa…

Ah iya, sebentar lagi sudah bulan puasa aja. Rasanya cepet banget waktu berputar. Kayaknya baru kemarin aku berangkat ke sini pas awal bulan puasa tahun lalu, tau-tau banjir, tau-tau balik lagi ke sini, tau-tau dua semester udah berlalu, udah mau bulan puasa lagi.

Entah kenapa yaa, cerita hidup sebelum bulan puasa-ku setiap tahun selalu berkesan, at least buatku. Adaaaa aja keajaiban-keajaiban yang diberi sama Allah, hmm, keajaibannya nggak selalu bagus juga lho…. Ya walaupun di balik ke-enggak-bagus-an itu ada hal yang luar biasa di belakangnya. Contohnya kali ini.

Sumpah sebenernya aku galau banget, membatalkan penerbangan 11000 baht kali ini bikin aku serba salah. Gimana enggak, pertama, itu bukan jumlah yang kecil buatku, kedua, I suppose to be with my family and my man, but then… batal begitu saja… rencana berlebaran bersama keluarga…

Tapi, senangnya adalah akhirnya impianku buat menapakkan kaki di negeri sakura bisa terwujud. Ahh, mungkin 3 minggu itu nggak lama, dan dengan jadwal kuliah yang padat menggeliat, rasanya jalan-jalan harus dimaksimalkan! *semangat! Tapi… setengah waktu berada disana bakalannya pas bulan puasa, sampe lebaran pula… oho…. 2 kali lebaran aku nggak pulang, dan bakal berada di negara yang berbeda lagi. Disyukuri saja lah… :) Insya Allah lebaran-lebaran tahun depan diberi kesempatan buat berkumpul sama keluarga, dan (ehm) sudah berkeluarga, khahahaha… Amiin…

Aku ini bener-bener pemalas luar biasa, hari gini harusnya aku masih bisa konsen sama kuliah 1 sks yang kujalani di intersem ini. Tapi, ah entahlah, setan apa yang menggandoliku, rasanya kok malaaaas banget, dan nggak bisa konsentrasi ya. Jangan-jangan aku jadi takabur gara-gara IPK semester lalu udah luar biasa bagus (sepanjang sejarahku). Jangan ya Allah, sungguh itu penyakit yang nggak bagus buat hati dan buat masa depan. Apa karena factor dosennya ya? Aku bener-bener nggak bisa konsentrasi buat bikin paper dari pertanyaan-pertanyaannya yang menurutku absurd banget. Ah si bapak dosen ini emang pinter banget mungkin ya…. Padahal kemarin waktu aku konsultasi buat proposalku, banyak banget pencerahan dari beliau, tapi tugas kuliah beliau… susah pakdeeee! :(

Gara-gara jam tidurku yang kacau balau kayak gini, rasanya setiap bangun pagi bentukku nggak beda jauh sama zombie, hidup enggak, tidur juga enggak. Heu… Pengen bisa tidur dengan jam normal, biar pagi bisa segar bugar, semangat dan lebih berbentuk bidadari (wew), hehehe… 

Kata mas Kamen Rider, kalo pingin jadwal tidur teratur, coba deh jogging pagi, tapi… gimana mau jogging pagi, ngangkat ni badan dari kasur jam 8 pagi aja rasanya udah bueraaat banget. Nah, oleh karena itu, maka saya memutuskan untuk membuat jadwal harian. Niatnya sih buat diikuti, tapi kok... susah pisaaaan euuuy. Bahkan ini udah kulanggar dari hari pertama, tidaaak!!! Padahal kunci sukses adalah disiplin terhadap diri sendiri, kalo kayak gini, gimana mau sukses…. Hiks. Padahal juga, nggak pingin terlena sama kesuksesan yang diraih kemarin, kalo sampe terlena, ya siap-siap aja buat jatuh lagi… (jangan sampeeee!!)

Yup, besok harus bangun pagi, dibisa-bisain lah melek sepanjang pagi, dan harus ketemu sama Khun Suda pula buat ngurus re-entry visa. Semangat!

PS: are you people have any suggestions to make me sleep in proper time? (please avoid medicines, I already tried it and never works!)

This one is my new favorite music play, so nice :)

Wednesday, June 27, 2012

Self Understanding

Translation: 
Bullshit! RT @tempodotco: Nachrowi : Only Local People Understands Jakarta 


Hello hello…!

Hehehe, actually I was quite amazed when I read Mr. Ridwan Kamil’s tweet above. Why? So simple, but meaningful. The point is, sometimes people can’t understand themselves, and other people might be more recognize what you have; potentials, problems, everything.

Even for our own self, somehow we cannot understand until somebody told us what’s happen in our self, for example a doctor tell you that you got this and that diseases, or a teacher tell you that you have strengths in this or that field… something like that.

In larger scale, a city, or state… maybe its own citizen cannot understand what they have. Like me, as a citizen of Yogyakarta, somehow I don’t know what is the beauty of Tugu as I everyday passing it and nothing special in it, seems so ordinary for me. But a visitor, who is outsider can recognize the beauty or special thing in it from their point of view. And as an Indonesian, I speak mostly in Indonesian language, nothing special, it may be cool and challenging to learn another language (like English, Japanese, Korean or even Thai) rather than learn Indonesian language deeper. What’s the point of learning Indonesian since I already speak in it every day? Not interesting. But for outsider, it may be very interesting to learn Indonesian language (as I ever met Vietnamese student in Balai Bahasa around one year ago, who study Indonesian language), and somehow, they know more about it more than me, Indonesian language native speaker.

Ok, enough with the example, maybe I already running out of the context, hehehe.

According to the tweet, I agree with Mr. Kamil, maybe he think that somehow the citizen themselves are not really understand with their conditions, or maybe don’t really care, as I explained, the citizens may catch it as usual things, nothing special, nothing to be improved, repaired, reserved, and so on. Jakarta, as we know, a very large city (at least in Indonesia), with the population composition is now very mixed, who you mean by local people there? People in there are originally come from many backgrounds, from many parts of Indonesia, or even from many countries. So who are the local people? People living there for many generations? They may be also doesn’t even really care about the city itself.

Sometimes, it is true that the local people understand more about the place they living in, but sometimes they’re not. Be open minded and listen to other people comments, it will improve you better, I’m sure.

Monday, June 25, 2012

Mendadak Wat Arun




Yay! Actually I wanted to go to Tha Chang pier, but the bus driver stoped near Tha Tien pier, so... unintentionally I visited Wat Arun and walked around. I just walked alone, but thank you Mr. Tripod to help taking my self pictures :D gyahaha...

Chance


Konbanwa…
Sawadee kaa…
How are you, friends? Sabai dee mai kaa?
I always wish you are all healthy and happy. So I can share so much happiness with you too :)

I don’t know why I feel so lucky lately.  Yaa walaupun dalam beberapa hal ada nggak beruntungnya juga. Life shows it balance na? (Na? Somehow my English is now turn out to be more like Thai).

Aku sendiri ngerasa bahwa ini bener-bener terlalu banyak hal baik yang terjadi padaku. First, dapat nilai perfect semester ini, itu sangat di luar dugaan. Gimana enggak, perasaan aku bukan mahasiswa yang cling-cling banget di kelas, ngerjain tugas pun ngaco, nilai mid-term exam desperado pula. Seriously, setelah lihat nilai mid semester kemarin, aku setres bukan main. Semua nilai kepalanya B. Bukannya mau sok-sokan kecewa dapet nilai B, tapi masalahnya, kalo IPK di bawah 3.5, lagi-lagi aku harus gigit jari karena path yang udah kurencanakan bakal berantakan total. Daftar dosen bakalan susah, buat ambil PhD juga pasti bakal seret beasiswa, and it really not good! So, pikiranku udah menyusun ulang rencana masa depan kalo-kalo IPK nggak nyampe 3.5, mulai dari ambil S2 lagi (yang mana ini adalah rencana paling wasting time), pasrah ditempatin ngajar dimana aja, sampe ya udah lah bikin toko benang aja :D hahaha (yang ini sih emang cita-citaku).

Dan ternyata sodara-sodara, setelah berkorban waktu tenaga dan pikiran selama satu semester penuh penderitaan lahir batin. I’m not lying, ini bener-bener di luar kebiasaanku, selama satu semester kemarin, terutama setelah mid, aku berjuang mati-matian biar at leeeeeassst dapet B+ semua, yaa… walaupun kalo ditotal sih IPK ga bakal 3.5, tapi kan IP semester bisa 3.5, not for anything but for myself. Sampe-sampe di meja belajarku aku tulisin “IPK 3.5, OSH! ^^9” hahaha…, untung aja temen-temenku nggak pernah ngeh sama artinya itu (note: hanya temen-temen Indo yang tau dan pasti langsung ngakak). Ok then, finally, I got a really good grade, even beyond my expectation, Alhamdulillah… :)

Secondly, this is really like dream comes true. I will see Japan! Whoaaaaa!!! Cannot described how happy I am when I heard this, I almost can’t believe it. Waktu ada pengumuman pendaftarannya, aku juga cuma daftar-daftar aja, yaa walaupun pengen. Tapi diantara sekian banyak anak kelasku, yang mana aku hanyalah mahasiswa biasa-biasa saja, kok aku yang dipilih itu beneran mengejutkan! Sampe dibilang, “I think this year is your lucky year,” aku cuma meringis, “You’re selected because your background in urban planning”. Dan aku melongo. What? Satu ya, selama jadi mahasiswa urban planning, bahkan kesempatan kayak gini nggak pernah ada, dua, I wasn’t an outstanding urban planning student. But anyway, sekali lagi thanks to Allah who give me this wonderful chance. Aku nggak menyangka banget hal seperti ini bakal terjadi. “So why you applied? Are you apply for fail?” tanya salah satu dosenku, noooo Sir, it’s just I thought it was tooooooo far from me.

Dan karena akan terbang ke Jepang itulah, maka... sadly, rencana liburan dan nyiapin nikahan selama bulan Juli pun batal! Padahal berangkatnya masih Agustus, tapi, “Cancel your trip to Indonesia, if you go back, you’ll be kicked, they will kill me, but before they kill me I will kill you first,” gitu kata si mbak officer jurusan. Maka terjebaklah saya selama bulan Juli ini di negeri gajah, ngerjain proposal tesis yang nggak tau kapan bakal maju defensenya.

Dengan berat hati, aku harus menahan rasa kangen ini, sama keluarga, calon suami, dan makanan-makanan. Hehehe... Really, when I missed my hometown, first thing come up to my mind are always foods!! Mulai dari bubur gudeg, gudeg permata, brongkos alun-alun kidul, nasi merah-sayur lombok ijo, lontong sayur babarsari, es krim rujak pakualaman, bubur ketan item, dan masih banyak lagi lainnya yang membuatku makin galau (halah).

“World is full of choices, all we need is being wise to choose.”

Sebenarnya, keberhasilan itu begitu dekat saat kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapainya. Bukan nggak mungkin kesempatan yang lain pun bakal terbuka juga. Mamaku pernah bilang, “Sebenarnya kamu belajar sedikiiiit aja lebih rajin, kamu pasti bisa, tinggal kamunya aja yang niat apa enggak,” yeah it’s true, mama. Sedikit niat untuk berusaha lebih giat, ditambah kencengin berdoa, insya Allah pasti bisa meraih yang diinginkan. Soal hasil akhirnya, serahkan sama Allah, hanya Dia yang tau apa yang direncanakanNya untuk hidup kita. Apa-apa yang dikasihNya padaku, pastilah maksudnya agar aku nggak pernah lupa bersyukur, dan selalu berusaha lebih baik. 

I feel really blessed. Good grades. Japan. And one more thing, good man to be my husband in the future, who told me to never lose my dreams, never stop dreaming. OSH!

Wednesday, May 23, 2012

25 Years Old Me


Waw, so sorry I was really late to “celebrate” my own birthday in this blog, but it’s not important, isn’t it? *wink

Years passed by so fast, then suddenly my life already reached 25 years. Don’t know what to say, but I feel so blessed that Allah gives me life this long, with many precious chances and experiences. If many years back it were going so sucks, gloomy, and dreams seem so far away to reach, while I keep mumbling about how unfair the conditions I got, at the same time, in fact, there are sooooo many wonderful things happened in me.


My life in age 24 was really GREAT. Can I say once more THAT WAS SO GREAT!

How great is it that could make me speechless to describe it. It was like sunshine after rain, that anything surrounded become so breath-taking. I cannot count how many, but that my life seems changed dramatically afterward….

Ok, my body is still having the same problem, I try so hard to maintain it properly, to support my activities in reaching my dreams.

Surprisingly got the chance to get closer to dream, got scholarship to pursue master degree abroad, although it is just Thailand, a nearby developing country, but here I can get many experiences that maybe those scholars in developed country doesn’t get, great floods, hahaa! And even though my grades in here are not outstanding, and future job still unsure (the place), I believe God has a purpose to take me here, to Thailand. Yaaah, at least I can go traveling around, I take a step to fulfill my dream to explore many interesting exotic places (Thailand is definitely one of it!) and experience local culture (becoming student here give a lot of chance to live as the way Thais do). It is nice, na?

And I finally met a careful loving man, Aria, who risks his life to understand and support me for the rest of my life. That was the greatest gift I got from him… that always makes me smile every time I think of it.  Still having much time before the D-day, I’m so excited to prepare for it.


Now, what will the 25 years old me want to reach for the so-called silver age of life?

Always, live longer and healthier, life is too beautiful to be spent in suffer...

Still become a daydreamer person that always have dreams to reach, to give value to myself, and make my family and loved ones proud. I am so grateful to have them who always around and support me.

Giving more love to living things on Earth and being more careful to others.

Get good acceptable grades for my final exams, which are not announced yet, kinda scared of it, honestly.

Conduct a good thesis and give advantage to people with all knowledge I got here.
Travel around Southeast Asia, from Thailand, to Cambodia, Vietnam, Laos, Malaysia, Singapore… That will be a great great journey :)

Not least, being a good future wife to my future husband, while waiting for the time to be real spouse. Hope we can always love, cares, and supports each other to reach happiness together, become great together!!

Amiin.


A never-ending gratitude and praise to Allah, who giving me such a wonderful life, great people around, and many good or bad things ever happened in my life. There’s always a way to catch your dreams, unless you don’t move to catch them. So I’ll take any efforts to make it come true. 

*hugs from here to you all

Warm regards,
25 years old Atrida Hadianti, still a pink cat ^^