Showing posts with label food. Show all posts
Showing posts with label food. Show all posts

Monday, April 28, 2014

Dare to Eat: Natto

 Holaaa!!

Hari ini libur di sini, Showa day katanya.

Yip, libur hari Selasa-selasa gini, tapi disini nggak ada tuh hari kejepit kayak di Indonesia. Hari Senin kemarin kantor, kampus, sekolah, masuk-masuk aja dengan santainya, malah jadwalku padet. Gara-gara minggu depan ada ‘Golden Week’, yaitu libur nasional beberapa hari berurutan di awal Mei (dari tanggal 3 sampai 6 Mei, sayang sekali tanggal 3 dan 4 adalah Sabtu dan Minggu, nguik), jadinya jadwal-jadwal kuliah pada diganti ke hari lain deh.

Sebenernya mau keluar jalan-jalan sih, gosipnya ada flea market di shiyakusho (kantor walikota). Tapi tapi tapi…, semaleman saya nggak bisa bobok, kata si Kamen Rider sih wajar kalo ibu hamil insomnia gitu. Akhirnya tadi pagi baru bisa bobok, sampe siang! Hahaha! Dan sepertinya memang cuaca  Kyoto suka banget mempermainkan perasaan, giliran pengen keluar rumah, hari ini anginnya kenceng banget berasa satu kota di-blower-in. Anginnya kelar, niat mau keluar rumah nongol lagi, dikasih hujan. Hehehe…, maybe the nature conspires to make me take a rest today.

So, mumpung ada waktu dan mood, sekarang saatnya menulis kembali. Jyah, dah lama banget nggak nulis-nulis kayak jaman Multiply dulu. Bahkan, saking bergejolaknya hasrat menulis waktu itu, sampai bela-belain nulis pake HP (yang belum smartphone, belum berpaket internet, jadi kalo internetan makan pulsa abis-abisan).

Oke, sekian prolognya, daripada makin OOT (out of topic).

Tentang NATTO. Ini nama makanan.



Hidup di negara orang,  mau nggak mau harus adaptasi, termasuk sama makanannya. Salah satunya makanan ini, yang katanya adalah ‘tempe’nya Jepang, yang walaupun sama-sama terbuat dari fermentasi kedelai, tapi bentuknya sama sekali nggak mirip tempe, apalagi rasanya.

Berdasarkan baca review orang-orang non-Jepang banyak yang nggak suka sama makanan yang satu ini, karena bentuknya yang… berlendir dan berjaring-jaring (aku menyebutnya berhifa-hifa), rasa dan baunya juga aneh. Compare to tempe, terasa lebih beradab makan tempe banget deh, hahaha!

Pertama kali makan natto waktu field trip ke Tohoku tahun 2012, yang mana salah satu menu breakfast hotelnya ada natto. Aku yang penuh rasa ingin tau pun mencoba mengambil sesendok, kayak temen-temen Jepang lainnya, trus ditaruh di atas nasi. Yap, dengan segenap kurangnya pengetahuan tentang makanan ini, maka perjumpaan pertama dengan natto berakir HORRIBLE. Teksturnya yang lengket dan bau yang menyengat bukan paduan asik untuk makan olahan kedelai.

Waktu kembali lagi ke Jepang setahun kemudian. Ada rasa penasaran yang menghantui tentang makanan ini. Katanya ini adalah lauk sarapan favorit orang Jepang yang sehat (kandungan gizi dan manfaatnya bisa googling lah kalian). Plus, melongok-longok di suupa (supermarket) depan dorm, kok harganya murah banget, 1 paket isi 3 cuma 84 yen. Aku pun browsing, lihat-lihat gimana sih harusnya makanan ini dimakan, dan akhirnya mencoba beli sepaket.

Berdasarkan petunjuk makannya (dari review), makan natto nggak langsung dimakan gitu aja, tapi dengan langkah-langkah berikut ini:

  1.  natto diangetin di microwave sekitar 30 detik
  2. dicampur sama soyu dan mustard (included in the pack)
  3. dicampur daun bawang
  4. diaduk sampai keluar jaring-jaringnya
  5. ditaruh diatas nasi hangat
  6. baru dimakan

dan ternyata…
ENAK!

Pendapat ini memang subyektif banget sih, buatku setelah melalui langkah-langkah diatas, rasa si natto ini masih acceptable sama lidah dan perutku. Bahkan kemudian jadi menu favorit, ketika lagi males masak dan bokek. Hehehe…

Waktu mas Kamen Rider menyusulku tinggal di negeri sakura ini, sempet ada kekhawatiran dia bakal nggak suka sama makanan favorit baruku ini. Secara si natto ini sama para gaijin (foreigner) sering dibilang makanan jepang yang paling aneh. Ternyata…, beliau oke-oke aja tuh, malah jadi suka juga, sampe suka eksperimen sama makanan yang satu ini. Pernah suatu pagi tau-tau dia menyajikan natto ditumis, dan hifa-hifanya hilang. Karena selama ini aku makan natto secara default mengikuti SOP diatas, maka natto tanpa hifa jadi terasa aneh -_- but it was delicious too.

Sekarang bahan makanan ini menjadi salah satu belanjaan wajib kalo ke suupa. Kalo sampe kelupaan, pasti kami merasa sedikit kecewa. Kenapa? Soalnya kalo lagi males masak, atau bahan masakan lain nggak komplit, asal ada natto, kita bisa makan dengan enak. Selain itu, natto ini bisa dimakan dengan lauk lainnya, apapun, walaupun cuma sekedar bayam rebus sama soyu (kecap asin).

Sebentar lagi bulan puasa, dan kami berdua memasukkan natto sebagai bahan yang wajib ada di kulkas, terutama buat sahur, biar kalo males masak bisa tetep makan dengan proper.


Ini dia ‘fast-food’ ala Jepang yang lebih fast dari nggoreng nugget! Dan sehat.

Thursday, July 25, 2013

Kimchi. Kimchi. Kimchiii!!!


Ok guys, yeah, I know, yesterday I broke my own challenge. For my excuse, I skipped yesterday because I got a really bad mood due to the heat, and it caused everything went not smooth that day…, one of it, I lost a lot of photos from my Blackberry because of the broken SD card. DAMN! It ruined my day a lot :(

But today is Friday… yeaaa, a day closer to weekend, so I will talk about… FOOD. Sounds ‘gluk’ right? (I am fasting now, and writing this post makes my stomach a little bit noisy, hehehe).

A while ago, I posted in Facebook the video of my sister making “kimchi”, yes, that famous Korean dish. I was really excited. Why? Because, the video was made by me, as editor, and my husband, as cameraman. And the video is made for video competition (ok, my sister know more about this than me). And…, actually my sister can not cook a dish (she can only bake), except this. And it is the yummiest kimchi I ever taste, even than those in Korean restaurants.


So, when we (me and my husband) visited my hometown (I come back hometown for once every two-three weeks), my husband taped my sister doing the cook. Really, it was not as simple as it seems, cooking kimchi needs almost a day!! And I, honestly, am not a very patient cooker. I don’t really like to cook such very slow food like that :p

Oke, here is the video!




Then, when I tasted it… As I mentioned, it still the yummiest kimchi I ever taste!!! It taste fresh, a bit spicy and sour, and doesn’t taste weird at all. Above all, I love the crunchy texture of nappa cabbage, carrots and radish inside. Kraus Kraus…

Okay, if you interested for the detailed recipe, let me know, I will ask my sister and send it to you or post again in this blog.

See you tomorrow, and keep excited on writing (this part I talked to myself, hohoho!)