Sunday, February 28, 2010

Feeling blank...

Calling You

lalalalala
A song calling for you
It’s calling for you
lalalalalala

lalalalala
Even thought I’m calling for you like this
Even if I calling for you
lalalalalala

A Song Calling for You – SS501


Semalem aku disms sama seseorang, “Kok kamu sekarang manggil aku (nama asli) terus sih?” Hah? Aku bengong, ya, bengong lagi, what’s wrong with that? Dan akhirnya aku menjelaskan kalo aku sebenernya lebih suka manggil pake nama asli daripada julukan. Kenapa? Intensinya beda.

Seperti pertama kali kita memanggil “mama” dan “papa” pada orang tua kita. Walaupun setelah 22 tahun akhirnya aku memanggil mereka dengan ngaco, “mamo” dan “papo”. Dan panggilan keluargaku ke aku pun macem-macem. Mamaku memanggilku “kabme”, hahaha…ini Malang-an banget, dibalik dari kata “embak”. Sedangkan papaku dengan romantisnya memanggilku “jeng”, ihik ihik…. Terus adikku, dulunya dia memanggilku “embak” seperti biasa, tapi gara-gara keracunan RO (Ragnarok Online) akhirnya sejak SMA sampai sekarang dia memanggilku “cc”(cicik). Hehehe…

Dalam relationship, aku biasanya memanggil pacarku dengan nama panggilan asli mereka. Walaupun lebih tua, tetep aja aku jarang memanggil mereka menggunakan “mas”, habis rasanya kesannya genit sih. Pacarku yang terakhir kupanggil “abang”, karena kultur keluarganya begitu. Hmm… aku punya kisah sendiri dengan ini. Aku memanggilnya dengan panggilan “genit” gitu, sebenernya agak risi sih, tapi aku mencoba respect terhadap dia, masak katanya mau serius kok aku manggilnya kayak manggil teman-teman biasa. Yaya, akhirnya dengan inisiatif sendiri, aku pun memanggilnya begitu, dan dia membalas dengan memanggilku “adik” duh, padahal aku geli jua dipanggil begitu, karena secara struktur keluarga, aku ini kakak tertua dan di keluarga besar pun aku anak pertama dari anak pertama, jadi aku jaraaaang banget dipanggil “adik”. Seiring berjalannya waktu, aku mulai terbiasa dengan panggil-memanggil seperti itu, tapi… tapi tapi tapi, suatu ketika, waktu marahan, nggak sengaja aku menyebut dia dengan “kamu” dan menyebut diri sendiri dengan “aku”, dan dia tambah marah. Hah? Sebenernya itu kejadian yang nggak sengaja, dan secara kultur, itu adalah hal yang biasa untuk menyebut diri sendiri “aku” dan menyebut dia dengan “kamu”. Kenapa jadi masalah? Lama-lama urusan panggilan ini jadi masalah yang cukup pelik dalam hubungan kami. Aku, selfishly, mulai merasa terpaksa untuk memanggil dia dengan panggilan itu. Ya, menurutku, panggilan itu kan sukarela, bukan karena diwajibkan! Bahkan dalam hubungan aku dengan orang lain yang paling intimate, dengan keluarga, pun panggilan itu bisa bersifat fleksibel, tapi kok sama dia malah enggak, sifatnya mutlak. Huh…

Oke, enough for curcol. Let’s talk about the topic. Panggilan.

Buatku, dalam sebuah panggilan terhadap seseorang, terkandung makna respect dan intimacy di dalamnya. Bukan berarti segalanya bisa digeneralisasi. Aku memanggil seseorang biasanya dengan nama yang dia kenalkan padaku pertama kali. Tapi biasanya seiring dengan intimacy yang dibangun, akhirnya panggilan itu bisa saja berkembang.

Contohnya sama si Dakunk, temenku. Aku kenal dia dari SMP dengan nama aslinya, Danar. Dan 3 tahun setelah lulus SMP kami ketemu lagi di kuliah, sekelas pula. Temen-temen memanggilnya “Dakonk” panggilannya waktu SMA. Awalnya aku males banget ikutan manggil dia Dakonk. Tapi waktu aku panggil Danar, eh dianya nggak gitu ngeh. Jadinya aku kepaksa ikutan manggil dia "Dakunk", beda dikit lah. Hahahaha… Kisah lain, sahabatku sendiri deh, namanya Kartini, tapi aku panggil “mbak Tini”. Secara umur dia seumuran sama aku (beda 4 bulan tuaan dia sih), tapi secara angkatan akademik dia diatasku setahun (2004) walaupun akhirnya kami jadi seangkatan di kuliah. Gara-gara kebiasaan, aku masih memanggilnya dengan tambahan “mbak” di depan namanya, bukan karena aku nggak akrab, malah udah kelewat akrab ma dia, tapi panggilan ini menurutku karena ada factor historisnya, yaitu dia adalah kakak kelasku waktu SMA, seorang anak PMR yang selalu nolong aku setiap aku pingsan waktu latian t***i (censored). Hahahaha!!!

So, dalam memanggil orang lain dengan “panggilan sayang”nya masing-masing, aku bisa berbeda caranya. Belum tentu orang yang kupanggil/memanggilku dengan panggilan mesra itu bener-bener punya intensitas hubungan yang se”mesra” itu, dan belum tentu juga orang yang kupanggil/memanggilku dengan formal hubungannya juga formal dan kaku.

Semuanya tergantung cara kita memaknai respect dan intimacy yang tersirat di dalamnya…


Trinity's Naked Traveler

http://www.naked-traveler.com/
The Naked Traveler
Udah ada bukunya kok, tapi blognya tetep asik dibaca. Dari beberapa buku/blog travelling, aku paling suka ini, kocak dan mencengangkan. Tapi kalo novel, tetep deh aku cinta Travelers Tale -nya Aditya Mulia dkk.

Herlan Darmawan

http://akuherlan.wordpress.com
Akuherlan's Blog
Blognya Herlan Darmawan

Saturday, February 27, 2010

Owaahh... Gara-gara sekaleng kopi... Bakal jadi hari ngantuk sedunia nih (=.=)zZ

Festival Liong di Pekan Kebudayaan Tionghoa Yogyakarta V




Oyeah, hari ini segala rencana berjalan lancar, termasuk nonton puncak acara Pekan Kebudayaan Tionghoa V di Jalan Malioboro. Menu utamanya, jelas atraksi Liong (naga) yang konon terpanjang se- Asia Tenggara, 130 meter lho! (bener atau nggak-nya silakan dicek sendiri)

Dan seperti biasa, kalau ada festival, jalan ini ditutup untuk kendaraan, jadi seneng, bisa sliwar-sliwer di jalan paling kondang di Jogja ini tanpa kawatir bakal keserempet mobil. Sayangnya, kendaraan tradisional seperti becak dan andong nggak dicegat, jadi tadi aku sempet hampir ketabrak moncong kuda!!! *nguik*

Mulai jam 5 sore, warga sudah memadati jalan malioboro. Semua antusias dan penasaran, semuanya tumplek di sini. Nggak peduli umur, status social, agama dan etnis. Yang cina dan pribumi pun campur baur nonton festival ini. Entah kenapa, aku mulai ngerasa sedikit sentimental melihatnya. Yah, Indonesia, dengan segala keragamannya, yang pribumi maupun pendatang, semuanya punya hak untuk dapat apresiasi terhadap budayanya. Aku rasa Jogja memang layak untuk dapat gelar Kota Budaya, walaupun secara tourism masih kalah jauh dari Bali. Tapi keragaman budaya yang terdapat di Jogja bisa dibilang benar-benar kaya. Yang menarik juga, di tengah tengah parade cina-cinaan ini, terselip kontingen dari Palu. Palu gituuu? Hehehe, aku memang punya kenangan dan kesan tersendiri sama kota ini sih. Ya, walaupun nggak sesuai tema, tapi oke lah… kita apresiasi keberadaan mereka yang memperkaya dan meramaikan acara ini.

Yang menarik di acara ini jelas parade barongsay dan liong dunk!!! Berbagai macam barongsay memamerkan kebolehannya, dari yang besar sampai barongsay yang kecil dan imut-imut, dimainkan sama anak-anak pula, aiiihh… Terus ada juga yang bagi-bagi kue keranjang, dan LUCKY, aku dapat satu!! Moga-moga jadi keberuntunganku. Hehehe… Ada juga atraksi tari kreasi baru, akulturasi Jawa dan Cina dari sanggar tari terkenal di Jogja Natya Lakshita (Didik Nini Thowok) dan Djaduk Ferianto. Ada-ada aja deh kreasinya. Ada juga arak-arakan becak yang dihias dengan bentuk 12 shio, kayak ondel-ondel gitu, sayangnya secara estetik menurutku kurang bagus dan nggak imut (terlihat serem malah). Yang nggak kalah menarik, ada atraksi jatilan ampyang, yang dimaenkan sama anak-anak keturunan cina. Duh, kawaii-kawaii bener lho mereka.

Atraksi utama, arak-arakan Liong terpanjang se Asia Tenggara muncul. Emang bener, tuh liong gede banget. Sampe satu tiang dibawa sama 3 orang, dan kami hanya bisa melongo lihatnya. Waaah, kereen!! Tapi yang bikin aku seneng bukan soal Liongnya, tapi yang mbawa, duh akang-akang itu… kaya anak-anak boyband semua!! Ohohoho… *ngiler*

Selesai lihat pawai, aku dan teman-teman pun menyerbu Ketandan. Ini adalah salah satu kampong pecinan (China Town) di Jogja. Walaupun pas hari biasa jalan ini Nampak sepi-sepi aja, tapi sejak pecan kebudayaan dibuka, kampong ini ruame banget. Semalem sampai kami haru sesak napas waktu masuk kesini. Ada macem-macem yang dijual, mulai makanan, pernak-pernik cina, pameran mi, jasa ramal, karaoke, stand bank, panggung budaya, sampai penjual ular!!! Seru banget. Waktu lihat di panggung, ada yang nyanyi ala boyband gitu juga lho, howaa… terus ada simbah-simbah yang dengan lincah dan pedenya nyanyi berbagai macam lagu, dari lagu cina, sampai campur sari, dan dia juga sempet duet sama sang maestro tari Didik Nini Thowok. Kocak banget!!!

Ah ya ah ya, setelah acara ini selesai, kira-kira jam 22.00, ada pesta kembang api. Bagus banget!!! Kembang api awalnya kecil-kecil, terus ada yang besar, dan langit jadi terang benderang, walaupun bunyinya kaya ada bom. Hehehe... I do really love fireworks!!! (foto hanabi menyusul ya)

Yeah, once more, this event makes me proud to be citizen of Jogja....

Jogja, nggak hanya sekedar kota pelajar, kota gudeg, kota budaya dan apapun sebutannya itu, tapi Jogja merupakan daerah yang bener-bener istimewa, dengan segala khas budayanya, kehidupannya.

At last, selamat datang tahun macan!!! Semoga tahun ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya!!!


PS: I'm so sorry for the blur pictures, my camdig is not too good for night shots...

Habis nonton puncak acara Pekan Budaya Tionghoa, mantap!! Liong-nya keren,terpanjang se Asia Tenggara (katanya). Ahaha, malam minggu yang menyenangkan, tapi capek!

Wednesday, February 24, 2010

Needed: Energy for Passion and Patience

I feel so exhausted right now.
Oke, it’s still 10:15 in the morning while I write this post
how come I could feel this tired (=.=).
Hhh…



Tugas Akhir.

Adalah awal dari segala kekacauan. Sebuah semangat yang membuahkan konsekuensi baru bernama kesabaran.

Yayaya… akhirnya aku mengalaminya lagi. Setelah akhir tahun 2009 lalu ter-pending 6 minggu buat konsultasi, hari ini ter-pending lagi seminggu hanya untuk tanda tangan segepok proposal penelitian buat dikasihin ke kantor Bappeda Sleman, sesuai dengan persyaratan birokrasi. It means, seminggu lagi baru bisa kukasih proposalnya, perijinannya jadi (mungkin) sehari kemudian, dan baru bisa ambil data bulan Maret!!! Oh, rencana wisuda Mei-kuuu… *menangis tersedu*

Tugas akhirku yang malang. Kenapa harus aku yang mengerjaimu ya? Dan kenapa juga aku kepincut sama Selokan Mataram, yang airnya coklat, kanan-kirinya rame PKL, jalannya sempit pula. Tapi entah kenapa, warisan infrastruktur ini bener-bener bikin aku jatuh cinta sejak semester 5. Kalian tau, itu bisa dibilang warisan infrastruktur yang paling berharga yang dimiliki Yogyakarta. Secara jenius Sultan Hamengkubuwono IX merencanakan pembangunan kanal ini untuk mencegah rakyat Yogyakarta dikirim romusha. Dan konon, kalau Kali Progo dan Kali Opak “dikawinkan”, maka Yogyakarta akan makmur dan sejahtera gemah ripah loh jinawi. Wow…

Ah, ngomong apa aja aku ini? Hehe… tapi ya begitulah, seiring dengan perkembangannya, dibangun kampusku tercinta ini, Universitas Gadjah Mada, dan kampus tetangga, UNY (jaman dulunya disebut IKIP), terus ke timur dikit ada UPN dan STIE-YKPN, maka jadi ramailah kawasan Selokan Mataram ini dari Pogung sampai Seturan. Dan mendadak seekor kucing pink stress ini pun jatuh cintaaa…

Waduh, bukan bukan, kisah cintaku nggak bermula dari situ kok. Tapi aku terus tertarik aja sama kawasan ini. Aku bikin rencana ruang terbuka hijau (RTH) untuk kawasan ini buat tugas Studio Perencanaan 6, walaupun terlihat mengkhayal dan sangat utopia (yes, I wanna be an utopian planner someday), tapi cukup buat membuat teman-teman dan dosen terkesan. Tapi nilainya cuma B, hiks, 4 sks-ku melayang begitu saja. Dan akhirnya kuajukan tema dan kawasan ini untuk judul skripsiku. Yang akhirnya mengharuskan aku untuk berjalan 3-5Km setiap survey, dari total 12,77Km obyek penelitianku. Weleh. Bener-bener, mengerjakan tugas akhir nggak cuma menguras pikiran, tapi juga tenaga. Ya, beneran tenaga fisik, yang bikin aku mengucurkan keringat.

Ngob ngob soal keringat. Ternyata nggak hanya berlaku waktu survey lapangan aja. Contohnya hari ini. Untuk menemui bapak dosenku yang baik hati itu, aku harus rela jadi Spiderman, loncat dari satu gedung ke gedung lain, mana ini fakultas teknik ya,  jarak antar gedungnya jauh-jauh, apalagi gedung kampusku (JUTAP) adalah yang terpojok, mencit. Dan ruang dosenku itu ada di lantai 3, both in KPTU and in department!!! HOSH *super sweat*

Ah… back to reality, setelah makan siang nanti seharusnya aku jalan-jalan survey di part 4 wilayah survey-ku, yaitu penggalan antara Jalan Kaliurang sampai Jalan Monjali. Duh, mana hari-hari ini di Jogja panasnya ampun-ampunan, dan 3 hari ini aku kena hypoglycemic (kekurangan glukosa) parah yang menyebabkan aku nggak bisa nahan laper dan ujung jari bergetar (tremor? Ah, kayak orang tua aja, hahaha…).
But, for the sake of my final project, I’ll sacrifice anything to do it!!!


FOR THE FUTURE
将来 の ため に

FOR LIFE!!!
生活 の ため に!!!

semangat! masih banyak yang harus kupikirkan, so much things have to be done. demi lulus mei. haiyaaaah!!

Monday, February 22, 2010

Tri Wulaningsih

http://mymoronism.blogspot.com/
Whatta life.... This is my life!!!!
Blognya mbak Tri Wulaningsih

Aiu Wulandari

http://reddiary-ai.blogspot.com/
-ReD DiArY-
Blognya kakak iparku, Aiu Wulandari

Ruly Riant

http://rulyriant.blogspot.com/
Fantasy World in My Dream
Blognya kakakku, Ruly Riant

Kasogi Widho Pratomo

http://kawanakajima.blogspot.com/
Blog Go(Blog)nya Kas(blog)i
Blognya Kasogi Widho Pratomo

Lalitya Arum

http://lalityarum.blogspot.com/
catatan seorang GEMINIS
Blognya Lalitya Arum

Azam Wijaya

http://foxiii.blogspot.com/
.the (diary of a) madman.
Blognya Azam Wijaya

Clara Devi Handriatmaja

http://sunflaresplethora.blogspot.com/
Sunflares Plethora
Blognya Clara Devi Handriatmaja

What a mess feeling this week.... jatuh cinta memang membuat hati hangat tapi pikiran kacau!!!

Read the Signs

Aku habis diramal tarot. Hahaha… Iseng-iseng kemarin aku maen ke Fakultas Ilmu Budaya, janjian sama temenku buat ngasih anime Chii’s Sweet Home. Janjiannya di bangcok (bangku coklat) deket plaza. Oke, jam 9 aku langsung tancep kesana. Lenggang kangkung berasa masuk kampus sendiri (padahal grogi juga), dan untungnya, langsung ketemu Rini-kouhai (Riko), fufufu…

Nggak berapa lama duduk-duduk di bangcok, tiba-tiba menangkap bayangan sesosok makhluk yang kukenal, sebut saja namanya Edo (iya, beneran namanya Edo kok) dan dia juga langsung mengenaliku. “Hai mbak!” sapanya, trus langsung gabung sama aku dan Riko. Habis ngopy anime ke FD-nya Riko, aku pun berbalik ke Edo. “Do, mana tarotmu, ayo ramalin, udah 3 bulan lebih kan ini,” yup, sekitar 3-4 bulanan lalu kan aku sering banget maen ke sastra, entah pagi siang sore, kumpul-kumpul sama temen-temen yang secara umur mereka adalah kouhai (junior) ku semua. Dan kalo duduk di situ, bisa dipastikan aku adalah yang paling tua secara angkatan (dan umur, hiks). Tapi nggak papa, seneng kok bisa kumpul rame-rame, daripada bosen di kampus sendiri, sepi pula.

Balik lagi ke Edo dan ramalan tarotnya. Dengan diskon 50% (50%nya lagi ngangsur, disuruh nraktir minum), aku pun disuruh mengocok kartu-kartu itu sambil memikirkan apa yang mau kutanyakan. Pertama, ah, akademik dan karir. Fufufu… yang ceritanya lagi tugas akhir (TA), pasti deh kepikiran sama hal yang satu ini. Hehe.. hasilnya? Secara garis besar lancar, dengan semangat membara gini, pasti bisa deh. Permasalahannya, bakal ada yang bikin aku ragu-ragu, nah kalo nggak mantep mending nggak usah dilakoni. Masalah lainnya, kayanya ada unsur masalah hati, walaupun cuma 15-20% aja sih ngaruhnya. HYAH!!! Hari gini masalah hati??
Duh…
I have no time for romance…

Lanjut, ramalan kedua, my love life. Aku kocok kartu dengan sepenuh hati, aku susun 4-3-2-1 dengan rapi, salah satu aku putar, terus kubuka hati-hati, dan… JRENG JRENG JRENG!!! Kartunya jelek semua!!! Asyem. Dan si Edo hanya ketawa aja, “Walah mbak… sampai 2 bulan ke depan mungkin kamu masih gini-gini aja…” WAAAAHH!!! Sial, 3 bulan lalu kamu bilang aku masih sendiri aja, dan sekarang kamu extend 2 bulan lagi??? Aduuuuh… hehehe… dan sebagai kalimat penghibur, dia bilang gini, “Ada  kok mbak, yang dekat, dia temen curhat kamu, dan kemungkinan bisa jadi sama kamu, tapi ya itu… mungkin habis April… khahahahaha!!!” Jan… aku hanya bisa terhenyak.

Pertanyaan ketiga, aku sekarang lagi dekat sama seseorang, kira-kira aku sama dia gimana ya? Hm… rada berat ni, walopun Edo jawabnya to the point sambil ketawa ngakak lagi. Trus hasilnya apa?? Hohoho, ada deh… tanya langsung aja ma aku lah ^^ I’ll keep it hi-mi-tsu.

Wah, serem banget nih ramalan tarot. Oke, aku bukan tipe yang percaya sama ramalan begitu aja. Dan secara logis, Edo juga bilang, “Aku gini cuma mbaca kartu aja, selebihnya aku ngasih sugesti-sugesti, kalo kamu percaya kemungkinan benernya bisa jadi 60-80%, kalo nggak ya mungkin less than 50%,” oke Do, aku percaya yang baik-baik aja deh.

Ya, ramalan kaya gini cuma hasil membaca tanda-tanda dan kebetulan aja, selebihnya, keputusan ada di tangan kita dan jodoh ada di tangan Tuhan. Ya nggak? Tapi membaca tanda-tanda kaya gini, ada baiknya juga untuk membuat kita lebih aware terhadap apa yang terjadi di sekeliling kita akhir-akhir ini. Misalnya ni, urusan akademik, bener lah kata dia kalo mau berhasil, ya kita sendiri yang harus aktif mengejar, begitu juga urusan asmara. Boleh aja hasil ramalanmu kali ini kamu bakal deket sama seseorang, tapi kalo nggak berusaha ndeketin ya nggak bakalan deket kan?? Dipikir aja secara logis.

Urusan membaca sign, aku adalah orang yang nggak peka dan kurang aware terhadap hal-hal yang tersirat seperti itu. Kalo nggak kelihatan ya nggak lihat, kalo nggak bilang ya aku nggak tau. Ini juga berlaku dalam urusan percintaan. Ada yang dekat, tapi nggak bilang apa-apa, tapi tiba-tiba berlaku aneh yang mengindikasikan adanya perhatian, tapi selama nggak bilang, aku juga nggak bisa ngapa-ngapa kan? Dan tanda-tanda seperti itu bukannya nggak terbaca di mataku, tapi blur, samar. Pernah suatu ketika dekat dengan seseorang, tapi pada gilirannya ketika bilang, dianya malah ngomong gini, “Ya terserah, mau kamu anggep serius ya aku serius, kalo enggak serius ya nggak apa,” yaaaa….kuanggap nggak serius lah, emang aku cewe ge-er-an?? Ntar gimana kalau udah aku anggep serius-serius ternyata dia hanya main-main? Keki di aku kan??

Beberapa hari yang lalu, aku sempat berpikir untuk memberi sinyal positif sama seseorang. Mulai memberi secuil tanda (cyaelah…), walaupun sebenarnya buat melangkah ke relationship itu masih berat sih, tapi paling nggak biar dia tau aku ada perhatian. Tapi… yayaya, untuk kali ke berapa, orang mudah menyerah untuk mendapatkan aku (atau ilfil duluan ya?). Dan dari beberapa referensi, akhirnya aku membuat kesimpulan sendiri, yaitu:

Wanita itu selalu pengen dikejar, naturally dia ingin dipuja, sedangkan pria lebih to the point dan nggak suka ribet (mungkin)… dasar 2 makhluk yang diciptakan berbeda, pemikirannya juga berbeda.

“Hahaha…, criteria kamu sekarang udah beda, udah nambah faktor SABAR di dalamnya. Buat ngadepin kamu yang sekarang mereka harus 300% lebih sabar, XXS. Aku tau kok, kamu udah nggak pengen main-main lagi kan?” kalo kata temenku sih gitu. Ah sok tau kamu! Tapi mungkin ada benernya juga… 

Hmm... aku hanya ingin merasa berharga untuk dicintai, bukan sesuatu yang mudah didapat dan kemudian dilepas begitu saja.




Sial, diem-diem dalam playlistku sekarang nyangkut satu lagu Indonesia yang kenes ini,


“Buktikanlah kau cinta padaku… buat aku tergila-gila padamu. Jangan dulu kau lelah menunggu, kuingin lihat kesungguhanmu sebelum kubilang I love you…”
Nindy - Buktikan


My future lover, whoever you are, I challenge you!!!
Gwahahahaha!!!
*ketawa gagakku jelek sekali ya?


Sunday, February 21, 2010

Woaaa!! Why I feel like this?? Aitai yo aitai yo... Ima kimi ha doko desuka? Daijobu desuka?

Nikah??: Episode 2

Akhirnya kakak sepupuku dilamar, setelah bertahun-tahun menunggu… Akhirnya dia dilamar juga. Oleh orang yang bener-bener cocok buat dia. Akhirnya penantianmu terjawab, mbak… *kisses*

Sialnya, siang tadi aku menjadi victim of the day, gara-gara statusku yang masih menjomblo. Sudah sekitar 6 bulan pula. Itungannya lama itu. Habis biasanya nggak pernah ada ceritanya tuh aku menjomblo lama. Hahaha… maka jadilah aku bulan-bulanan ejek-ejekan kakak-kakakku siang ini. Huff… nasiiiibbb…*hiks*

Oke, akhirnya episode keduanya muncul lagi. Apa yang aku pikirkan soal ini? Jodoh itu misteri yang bikin penasaran, perut geli dan hati rasanya nggak karuan. Hah?! Hehehe… memang begitu kan? Aku pikir, embakku itu bertahun-tahun berpetualang mencari cinta, eh, tau nggak, ujung-ujungnya dapet tetangganya waktu kecil dulu. Pek-nggo (ngepek tonggo). Halaaaah!!! Ya, jodoh itu bener-bener misteri.

Hm, nikah. Akhir-akhir ini temenku banyak juga yang nikah. Waw! 22 tahun dan sudah menikah? Belum bisa kubayangkan. Oke, mari kesampingkan soal umur dan angka-angka. Setelah aku pikir, aku sudah siap menikah kok, tapi aku nggak mau, dan nggak tau sama siapa? Hahahaha… (disamplak)

Yayaya… siapa yang bakal jadi partnerku menikah? Orang yang bisa aku ajak jalan di Y track. Remember? I’ve wrote that couple months ago. Banyak pertimbangan buatku untuk memutuskan menikah dengan seseorang. Jangan karena diburu nafsu dan keren-kerenan aja. Nikah memang harus dipikirkan mateng-mateng, sampe mendidih di titik didihnya kalo perlu. Dan jika jawabannya memang “Ya,”… why not??
Let’s get married!!!


Seorang temenku sedang gundah. Sejak semalem dia sms-sms curhat. Aku bingung juga jawabinnya. Gimana nggak. Kondisi aku sama dia kan beda, dan kondisi pemikiran kami jelas-jelas dah nggak bisa sama, diakibatkan oleh statusku yang belum naik pangkat ini. Hahaha… yayaya, jujur, aklo dicurhati masalah relationship sekarang aku kurang asik lagi. Bisa dibilang aku lebih sinis dan cuek soal itu. Bukannya nggak kepikiran sih… tapi… gimana yaaa…  f^^ (lha piye to??)

Nikah, nikah. Seperti tujuan akhir sebuah hubungan pacaran. Temenku bilang, kadang dalam pacaran itu kita malah kebebanan dengan pencapaian akhir yang diinginkan itu (nikah). Dan gara-gara itu, timbul berbagai efek samping yang mempengaruhi hubungan, ngalah-ngalahan misalnya. Yang mana pernah kubilang, mengalah itu bukan berarti toleransi lho…

Beban yang seperti ini nih… pengen cepet nikah, pengen nikah ma dia… Hm, apakah kalian bener yakin, orang yang jadi pacar kalian sekarang ini bakalan jadi jodoh kalian??  Kalo endingnya bubar?? Dikecu? Trus ditinggal nikah sama orang lain? Cuma dapet nyesek, kan… Sia-sia dan merasa dunia mau runtuh. Ah… aku pun pernah merasakannya kok (lho, curcol lagi deh). Padahal, emang pada dasarnya enggak jodoh, mau diapain juga ya nggak bakalan nyambung.

We walked on the different path…

Ah… mau ngaco apa lagi yak?

Pokoknya selamat deh buat kakakku ini. Moga-moga segera diresmikan deh… Nggak sabar aku menunggu nih… Dan jangan lupa mbak, doakan aku juga ya… Biar cepet lulus, maksudnya…  dan dapet jodoh yang baik juga sih… Hehehe… (maonya si nekopinku!)

(note: aku suka deh senyum cerianya mbakku di foto ini...^^)

Wednesday, February 17, 2010

Shima Uta (島唄)

Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Folk
Artist:The Boom
でいごの花が咲き風を呼び嵐が来た

でいごが咲き乱れ風を呼び嵐が来た
くり返す悲しみは島渡る波のよう
ウージの森であなたと出会い
ウージの下で千代にさよなら

島唄よ風に乗り鳥とともに海を渡れ
島唄よ風に乗り届けておくれ私の涙

でいごの花も散りさざ波がゆれるだけ
ささやかな幸せはうたかたの波の花
ウージの森で歌った友よ
ウージの下で八千代の別れ

島唄よ風に乗り鳥とともに海を渡れ
島唄よ風に乗り届けておくれ私の愛を

海よ宇宙よ神よいのちよこのまま永遠に夕凪を

島唄よ風に乗り鳥とともに海を渡れ
島唄よ風に乗り届けておくれ私の涙
島唄よ風に乗り鳥とともに海を渡れ
島唄よ風に乗り届けておくれ私の愛を…

Deigo no hana ga saki kaze wo yobi arashi ga kita
Deigo ga sakimidare kaze wo yobi arashi ga kita
Kurikaesu kanashimi wa shima wataru nami no you
Uuji no mori de anata to deai
Uuji no shita de chiyo ni sayonara

Deigo no hana mo chiri saza nami ga yureru dake
Sasayakana shiawase wa utakata no nami no hana
Uuji no mori de utatta tomo yo
Uuji no shita de yachiyo no wakare

Shima uta yo kaze ni nori tori to tomo ni umi wo watare
Shima uta yo kaze ni nori todokete okure watashi no ai wo

Umi yo uchuu yo kami yo inochi yo kono mama towa ni yuunagi wo

Shima uta yo kaze ni nori tori to tomo ni umi wo watare
Shima uta yo kaze ni nori todokete okure watashi no namida
Shima uta yo kaze ni nori tori to tomo ni umi wo watare
Shima uta yo kaze ni nori todokete okure watashi no ai wo

Translation

The deigo flower has blossomed, and it has called the wind, and the storm has arrived.

The deigo flowers are in full bloom, and they have called the wind, and the storm has come.
The repetition of sadness, like the waves that cross the islands.
I met you in the Uji forest.
In the Uji forest I bid farewell to Chiyo.

Island Song, ride the wind, with the birds, cross the sea.
Island song, ride the wind, carry my tears with you.

The deigo blossoms have fallen, soft ocean waves tremble.
Fleeting joy, like flowers carried by the waves.
To my friend who sang in the Uji forest.
Beneathe the Uji, bid farewell to Yachiyo.

Island song, ride the wind, with the birds, cross the sea.
Island song, ride the wind, carry my love with you.

To the sea, to the universe, to God, to life, carry on this eternal dusk wind.

Island song, ride the wind, with the birds, cross the sea.
Island song, ride the wind, carry my love with you.

---------------------------------------------

Lagunya keren... nggak tau kenapa ni lagu berasa kaya lagu kebangsaan aja. Bisa bikin aku merinding, seperti ketika ndengerin Sekai ni Hitotsu dake no Hana (SMAP).

Lagu ini diciptakan Kazufumi Miyazawa, vokalis dari band The Boom. Lagu ini diciptakan tahun 1992, terinspirasi dari kunjungan mereke ke Okinawa.

In a 2003 interview for fRoots, Miyazawa explained that he got the idea for the song after speaking with Okinawan survivors of the US invasion of Okinawa during World War II.
“ ...for the first time saw a deeper side of Okinawa. I saw some remains of the war there and visited the Himeyuri Peace and Memorial Museum and learnt about the female students who became like voluntary nurses looking after injured soldiers. There were no places to escape from the U.S. army in Okinawa, so they had to find underground caves. Although they hid from the U.S. army, they knew they would be searching for them, and thought they would be killed, so they moved from one cave to another. Eventually they died in the caves. I heard this story from a woman who was one of these girls and who survived. I was still thinking about how terrible it was after I left the museum. Sugar canes were waving in the wind outside the museum when I left and it inspired me to write a song. I also thought I wanted to write a song to dedicate to that woman who told me the story. Although there was darkness and sadness in the underground museum, there was a beautiful world outside. This contrast was shocking and inspiring." (Wikipedia)

Lagu ini kemudian terkenal ke seluruh Jepang, bahkan sampai ke Argentina. Sampai sekarang, sudah banyak yang meng-cover lagu ini, seperti Gackt, Natsukawa Rimi, Alfredo Casero dan masih banyak lagi.

Silakan dengerin sendiri lagu ini dan rasakan atmosfer Okinawa-nya.

Hmmm... dan liriknya juga... sederhana tapi bagus... but, who is Chiyo?? f(^~^)

Thanks Shima Uta, for bring back a few of my excitement on Japanese music...

"Island song, ride the wind... carry my love with you...,"

Bersenang-senang sendiri sejenak (^o^)v

Oyeah! Teman2 pada wisuda, aku kapaaan? Hehehe..

Keep hiding the true feeling, is it good?

Tuesday, February 16, 2010

A Story about Love...


I never know how to start this story...

Well, it was a coincidence. Kebetulan yang benar-benar-benar kebetulan, 300% kebetulan, ketika jari-jari usilku memencet tikus berbentuk hello kitty ini di luar kontrol. Klik. Klik klik. Klik. Layar demi layar terbuka dan muncullah halaman itu. Halaman yang sampai hari ini masih kupertanyakan kenapa aku ada di situ malam itu....

Beberapa hari lalu, aku membuka blog salah satu temanku. Ah...teman? Teman yang pernah sangaaaaat dekat. Hh... (mulai bingung lagi deh). Dan betapa kagetnya aku di post terakhirnya aku membaca cerita yang sangat familiar itu.

It was about 2 years ago..., jauh banget ya, bahkan sebelum aku membuat akun blog ini. Secara tiba-tiba di tengah malam buta, datang sebuah sms dari nomor XL (atau IM3 ya?) tak dikenal, berisikan puisi romantis. Ya, romantis sekali, tapi kalau kulihat konteks kalimatnya, jelas itu bukan buat aku. Ya, buat pacarnya sepertinya. Aku forward smsnya, dan aku bilang dia salah sambung. Ya, akhirnya sejak malam itu kami kenalan. Dan aku biasa saja sih.

I was in a deeply heartbroken at that time. Putus dengan mantan pacar dengan cara yang sangat tidak baik, dan masih pula berurusan dengan orang lain, si "disaster" yang memporak-porandakan hidupku, yang sialnya sampai hari ini aku masih harus berurusan sama dia, ARGH!!!

Ya, hidupku 2 tahun lalu adalah titik ter-chaos yang pernah kualami. Sempat aku berpikir untuk mengakhiri hidup yang kacau balau itu dengan memotong nadiku, tapi... syukurnya aku adalah orang yang selalu berpikir dulu sebelum mengambil keputusan besar, jadi saya masih hidup sampai hari ini dan pernah merasakan hampir mati beneran.

Oke, kembali ke cerita itu.

Aku memanggil dia Bee-kun, for several reasons. Dan dengan mengejutkan dia memanggilku "jeng", panggilan yang sama dengan cara mantan pacarku memanggilku. Hhh... Pembicaraan-pembicaraan kami hangat dan sangat menyenangkan. Untuk ukuran gadis patah hati, itu sudah lebih dari cukup untuk mengobati. Walaupun lagi-lagi, si "disaster" itu masih saja menggandoli ekorku dengan cemburu-cemburunya. HAAAAZZZHHH!!!

Sampai suatu siang, entahlah, aku bisa teringat pada suatu kejadian yang sebenarnya biasa saja, yaitu aku bertemu dengan teman kecilku di event jejepangan. Mengejutkan memang, melihat dia ada di situ, lalu kutanya, "Kok bisa kamu ada di sini?" dan dengan ekspresi dan cara bicaranya yang sangat kukenal itu dia menjawab kalem, "Iya, aku nemenin cowoku manggung," oke, sampai di situ aku ngelihat ke wajah cowonya, dan blur (mana bisa aku melihat wajah orang dari jarak sekitar 15 meter tanpa kacamata, hahahah). Ya, aku nggak ingat sama sekali wajah pacarnya itu. DHEZZ! Seketika aku ingat kejadian itu, dan aku ingat, dia adalah pacar dari teman kecilku itu. Aku konfirmasi ke dia, dan ternyata benar, dia baru saja putus dengan temanku itu.

Sebenernya kejadian itu nggak akan mengganggu hubungan kami apa-apa, kecuali... suatu ketika dia menyatakan suka, waktu aku menengok kakekku yang sakit. Pikiranku kacau banget. Di satu sisi aku mulai sayang sama dia, tapi di sisi lain ada setan (atau malaikat) yang berteriak-teriak dalam hatiku, "Dia itu mantan pacar temanmu...," dan kebetulan waktu itu temanku belum punya pacar baru. I was on a big dillemma....

Buat seorang yang pernah merasakan betapa nggak enaknya urusan kecu-kecunan (see my previous post here), hal ini jadi pertimbangan panjang dan sensitif. Akhirnya aku menggantungkan dia dengan jawaban yang sangat nggak jelas, nangis. Damn, gimana ceritanya aku bisa secengeng itu!!!!

Aku masih ingat bau musim hujan saat itu... yang nggak lama kemudian kami semakin jauh. Di sisi lain aku masih bergulat dengan luka hatiku karena ditinggal mantanku jadian. Dan ada event yang harus kuikuti dengan Kira, bandku, yang secara nggak sengaja membuatku bertemu dengan nekoblack. Dan dalam 10 hari kemudian kami jadian, dan satu setengah tahun kemudian kami putus, dan 6 bulan kemudian aku menulis ini, total 2 tahun.

Hari ketika aku manggung itu, aku sengaja untuk tidak menyapa dia. Entah kenapa, pertimbanganku yang karena dia adalah mantan pacar temanku menuntunku untuk menjahati dia. Bukan karena aku jatuh cinta pada nekoblack, sama sekali bukan. Aku nggak ada perasaan apa-apa saat itu, karena cerita kami baru dimulai 2 hari setelah itu.

Dan akhirnya, ketika aku jadian dengan nekoblack, aku hanya mendiamkan semua smsnya, dan tidak pernah menyapanyalagi. Dalam hatiku, aku sungguh bodoh dan merasa jahat sekali padanya. Tiap kulihat dia di friendster (waktu itu), selalu ingin kutanyakan, apakah kamu baik-baik saja... dan kulihat dia baik-baik saja...

Sampai akhirnya aku (accidentally) membaca postingnya itu, dan aku merasa menjadi orang terbodoh sedunia. Kenapa aku menyia-nyiakan dia waktu itu hanya untuk seseorang yang di kemudian hari ternyata mengecu aku???

Cinta memang begitu, nggak ada orang yang benar-benar smart dalam cinta... Ah, bodohnya aku. Tapi apa mau dikata, bad timing. Mungkin habis ini dia hanya membaca ceritaku sambil ketawa lebar, dan dalam hati berkata, "Sorry girl, I'm no longer interested in you...." Hahaha...

Buat Bee-kun, hal yang membuatku menyesal dan blaming my self all this time is because I never say sorry to you...

Bee-kun, maaf ya... aku nggak pernah minta maaf padamu,dan hanya lenggang kangkung sok nggak terjadi apa-apa. Sudah 2 tahun aku mengingatnya, waktu dimana kamu miscall dan nggak kujawab sama sekali. Maaf ya...

Hontou ni gomen nasai...
ほんとうに ごめんあさい。。。


Musim dijodoh-jodohin... Semua mengajukan kandidat, tapi aku yang memilih kan? Hahaha...heran deh...!

Ready to Love

I thought "I want to see you"
And at that moment, I begin to move
Cross with caution
I'll run to where you are, oh

No way! Those days
Seemed like they were nothing
I shouted "change!" into the night sky

It was hidden in your eyes
I want to surpass someone, cry

Ready to love
Stop making that sad face
Hey, show me a smile

After so much trouble, the weather has cleared up
But I didn't think to go out
Even the suddenly falling rain is having a good time
It's because of you

One way! For the first time
I might speak honestly
But I shouldn't get ahead of myself

I don't know how to love
But I won't give in to anyone, try

Ready to love
I'll show you that my wish to the night sky
See, will surely be granted

I want to be this way all the time
I love your form, and your voice, a lot
Together, let's break this seemingly lonely city

It was hidden in your eyes
I want to surpass someone, cry

Ready to love
Stop making that sad face
Hey, show me a smile

I don't know how to love
But I won't give in to anyone, try

Ready to love
I'll show you that my wish to the night sky
See, will surely be granted

------------

YUI - Ready to Love




Am I ready to love (again)?


Saturday, February 13, 2010

Cosplay sekarang cuma fashion show dan exhibisi kekerasan. APA ITUUU!!! Huh!

Malem Mingguan

Hh... Malem minggu datang lagi...

Technically, aku belum pernah malem mingguan udah 1,5 tahun ini. Setengah tahun lalu putus, dan setahun sebelumnya PJJ. Cuma sekali aku malem mingguan, itupun sama sahabatku, dah sebulanan lalu. NGUIK!

Sebenernya aku bingung mau nulis apa, setiap malam minggu pasti tulisanku geje-geje gini sih. Hahahha!!! Kadang iri juga sama temanku, yang pacarnya lagi di luar kota, tapi tiap malam minggu dia adaaaaaaaaaa aja yang ngapeli. Khuuu... Padahal jaman pacaran dulu, aku mbela-mbelain nggak pernah jalan sama cowo mana pun, sekalipun itu sahabatku dari kecil, buat njaga perasaan pacar. Elah dalah, ujung-ujungnya kok aku yang dikecu, diduakan! Asyem!

Iya, sampai dia marah-marah, padahal aku jalan sama sahabatku dari kecil, yang kebetulan cowo. Malah kalo sama orang lain aku boleh-boleh aja jalan. Padahal orang lain itu ambil kesempatan juga kalo jalan sama aku. Lha ya mendingan aku jalan sama sahabatku to, yang jelas-jelas menjaga aku. Akhirnya aku tau, "Lha iya dunk cik, kalo sama dia kamu nggak boleh, wong sahabatmu itu ganteng..." analisisnya adikku. Wuahahaa... yayaya... jadi itu toh alasannya, pantesan kalau jalan sama cowo yang physically nggak ganteng dia nggak apa-apa. Hm, listen to me boy, wanita itu kalau mau jatuh cinta jatuh cinta aja... nggak mesti sama yang ganteng. Dan yang nggak ganteng itu, belum tentu nggak punya maksud-maksud lain...emangnya cuma orang ganteng yang boleh jatuh cinta?? HUH, I still haven't understood what man's think... hmm... not all man I think ^^

Ya ya ya... kisah malem mingguan seorang jomblo emang kadang mbosenin. Apalagi tipe rumahan seperti aku ini, nggak kemana-mana. Satu-satunya acara yang menyenangkan adalah pergi ke luar kota sekeluarga!!! Hahaha, dengan begitu, adikku nggak bakalan didatengin pacarnya, dan malam minggu dijamin aku nggak jadi obat nyamuk bakar yang ngendon di pojokan dan berasap!!! Hihihi... *licik mode on*

Hwah, aku ni meracau apa aja sih?? Mulai nggak jelas kayanya...

Oya oya... besok Valentine ya? Aku nggak ngerayain Valentine sih, tapi ngarep coklatnya (yang udah kuminta dari adikku, sekotak coklat Monggo edisi Valentine...dengan sedikit merayu-rayu *memaksa tepatnya*)

Eh tapi aku ngerayain tahun baru Imlek lho ^^ ditunggu angpao-nya, minna!! hehehe...



gong xi fa chai
...


Monday, February 8, 2010

Fashionment.com - Sosweetan Batik Store

http://fashionment.com/fashion/store/sosweetan-batik/
My store in Fashionment.com
come and see the items
PROMO PROMO!!!

January 9th



January 9th...

A day I will always remember...


A day when...

My therapy supposed to be done, but (unfortunately) not. The result went bad, nothing changed on my body's health. It was so sad when I realized I'm just a big dreamer trapped inside a weak body... And I'm still scared of that syringes, more than needles... I'm afraid of the result after the injection... why it always went unsatisfying??

A friend of mine promised me to contact me again after the therapy end. But at the same day, I didn't receive anything, even a single message. I already texted her, I told her that my therapy has ended. No replies. Days left, I texted her once again. But she replied coldly, "Do not ever call me again,". I lost her and also one of my friends...
So sad.


It also a day when...

I have an appointment with my best friend to visit Jogja Jamming event for the second time (for me). After the blood test in the morning, we went directly to Taman Budaya Yogyakarta (TBY). With so many enthusiasms (before I know the blood test result), we visited this almost-ended event. Hahahaha... Late, the event itself would be ended in January 10th.

This day supposed to be a rare rendezvous with my ex boyfriend. But for unknown reasons, he didn't come... I had pretty mad at him. "It's okay if you don't wanna see me anymore, I know, you already have a fiancée, and she might forbid you to seeing me!", I texted him.

Hahahaha... I'm just a hot-blooded and short-thinking girl. I just blamed him without any reasons... And I kinda embarrassed after I received a message from him, "It was a heavy rain in my place, I'm sorry I couldn't join you..." waaaaaaa...all cleared.


Oke, everything went well without him, except... our plan to take some narcissism photoshots has to be canceled!!! Hiks... So we just did like usual, I took my bestfriend's photoshots, she also took mine, or we set self-timer. Hahaha... what a ridiculous photoshot that day. Ckckck...

A heavy rain came, and we’re trapped in a spacious exhibition room for almost one hour and nothing to do. Our friends came late, and she took me and my bestfriend’s crazy pict. You can see it here, limited edition! Hahaha!!

At the same moment, I got a suspicious text message. I thought it was a wrong number. Really? Wrong number?? Hehehe… I actually knew that it couldn’t be a real wrong number. He must be my friend’s friend. She really introduced me a friend of her… He’s a gentle and silly person, as silly as me.
サンキュウ。。。

After a little happiness passed, I had to face the fact that damn viruses won’t die easily. I took more efforts and sacrificed many things into it. Reduced activities, passions, and even friends…

I hate the day of January 9th, and three weeks after that.
But I won’t give up.
I never easily give up on my right of happiness, of life.

Life…
“People may come and leave, but only true love would stay…,”
I changed my mind, I love that day, January 9th 2010.
Someday I would know the reason why I should passed that day…

Sorry, I Stole Your Lover…


“Saiki pancen jaman kecu-kecunan yo…”

Hahaha… aku mendengar kalimat itu sudah hampir 4 tahun yang lalu. Cukup lama kan? Buat yang belum tau, “kecu” dalam kalimat ini bisa berarti sama dengan merebut kekasih orang lain. Gara-gara pembicaraanku siang tadi sama temanku nih, aku jadi ingat lagi sama kata ini, “ngecu”.

Tulisan ini bisa bersifat sangat sensitif dan subyektif, so buat yang nggak tertarik atau nggak setuju, sah sah saja kok.

Beberapa bulan lalu, aku ngepost curhatan tentang sebuah fakta yang terjadi pada hubunganku yang terakhir kemarin. Kira-kira temanya sama sih.

Pernahkah kalian mendengar quote atau pengalaman seperti ini, orang yang cemburu atau takut kehilangan yang berlebihan adalah orang-orang yang melakukannya. Ah, mungkin kalian bingung dengan kalimatku. I’m sorry, I’m not good at making sentences. Ilustrasinya kira-kira seperti yang diceritakan temanku ini.

Dia punya seorang teman, kebetulan cowo, dan sudah punya pacar. Pacarnya ini posesif dan jealousaaaaaan banget. Sampai-sampai facebook si cowo ini didominasi (atau tepatnya disabotase ya?) sama cewenya. Bahkan temen-temennya yang nanya kabar ke si cowo ini yang mbales cewenya. *Hai mbaaaakk, yang ditanya itu cowomu yaaa, bukan kamuu!* Bahkan mantan pacar atau crush si cowo ini juga diteror sama cewenya. Kebetulan, temenku ini salah satu crush dari si cowo. Jadilah dia bulan-bulanan cewenya (apalagi kalo lagi datang bulan mungkin ya…)

Singkat cerita, usut punya usut, kasak kusuk, ternyata… si cewe ini dulunya ngerebut si cowo dari pacarnya. WHATTHE...???

Hubungan yang dimulai dengan kecurangan, pasti akan dijalani dengan kecurigaan. Karena apa? Karena takut kehilangan. Kenapa? Karena dia dulu dapetnya juga mencurangi orang lain. Ngecu. Orang yang pernah ngecu pasti akan takut kehilangan pasangannya secara berlebihan. Curiga yang berlebihan, karena takut, pasangannya akan direbut orang lain seperti ia merebutnya dulu…

Memulai hubungan yang bersih adalah satu-satunya cara untuk menjalani hubungan dengan aman dan nyaman. Percaya diri lah, jika sudah jadi pacar/suami/istrinya, buat apa takut direbut orang lain? Kan kalian yang dipilih oleh pasangan, dari jutaan manusia di dunia ini…

Be positive

Beberapa hipotesisku sepertinya terbukti. I also had experienced it before. STOP STOP! Bukan seperti yang kalian bayangkan sih… Cerita tentang diriku… lihat aja disini.

Nite everyone...
おやすみ なさい。。。


PS:
Gambar ilustrasi post ini nggak beneran lho. Hahaha!!!
Picture credit to my friends, NJ and Dinda.

Tuesday, February 2, 2010

Mengalah Bukan Berarti Toleransi Lho!


"Mengapa selalu aku yang mengalah...?
Tak pernahkah kau berfikir sedikit tentang hatiku??"
(Seventeen)



Hhhaah, baru aja kepikir. Bener-bener nyesek juga ternyata. Dalam hubungan interrelasi dengan sesama manusia, kadang hal ini sering banget terjadi, walaupun emang dalam hati nggak bisa munafik kalau nggak bisa menerima hal tersebut.

Dalam hubungan dengan orang-orang di sekitar, menurutku aku banyak sekali bikin mereka lebih banyak mengalah padaku, dengan berbagai excuse. Walaupun bener, nggak semuanya bisa menerima dengan tulus dan menjalaninya dengan sabar.

Orangtua adalah orang yang paling toleran terhadapku, menyikapi segala yang kulakukan dengan sabar dan telaten. Ini nggak cuma berlaku sama aku sih. Bagi kalian, pastilah orangtua kalian yang paling sabar. Hehehe... itu sih bukan mengalah, tapi toleransi, yang dilandasi dengan niat tulus ikhlas.

Oke, sebelum aku mulai oot, kita balik lagi ke topik.

Aku nggak tau, kenapa setiap pacaran aku selalu menerapkan teori yang diajari olah papaku ini, "Kalau jodoh, pasti bisa mentolerir segala kekuranganmu, menerima segala keanehanmu dan bahkan menganggapnya nggak aneh,". Dan sebagai "orang yang aneh", aku pun menerapkan teori ini secara solid dalam prakteknya.

Tapi cinta memang buta, dan cinta nggak pernah pake logika. Sekali jatuh cinta, pikiran jadi nggak pernah rasional. Apa-apa buat dia, apa-apa kepikiran dia. Dan aku pun mulai terjebak dalam perangkap berjudul "asmara".

Sekalinya masuk dalam lingkaran venus itu, aku bisa berpikir irrational. Mengalah dan mengalah...dengan alasan toleransi. Mentolerir kebiasaannya merokok, mentolerir sikap cemburuannya yang berlebihan, mentolerir temperamennya, dan segala sikap/pola pikirnya yang lain. Honestly, deep in my heart, I couldn't accept that....

Tapi aku memaksa. Memaksakan diri, yang akhirnya menyiksaku juga menyiksa dia. Berharap kalau aku toleran, dia juga bisa mentolerir aku? Stop that thought!!! Itu sama saja memaksa perokok berat untuk berhenti merokok!!!

Aku nggak akan bicara panjang lebar soal rokok, itu pilihan sih.

Mengalah mengalah mengalah, wake up, cinta itu bukan soal mengalah. Buat apa mengalah tapi hati ngganjel? Perasaan tersiksa dan nyesek... jika emang nggak suka, bilang saja, jika emang nggak bisa menerima ya jangan dipaksa. Sungguh, hal ini baru bisa kumengerti sekarang. "Jangan pernah memaksakan hal yang menurutmu nggak wajar menjadi wajar, itu akan membuatmu menjadi insensitive, atau malah kebalikannya, hypersensitive...," Ah... lagi-lagi...

Dalam hubungan percintaan, banyak mengalah, bukan berarti toleransi lho. Toleransi itu bisa menerima dengan tulus ikhlas, nggak pake acara ada yang ngganjel di hati, dan nggak perlu dipaksakan... Mengalah, lalu expect someone to do it return, itu sama saja pamrih ah! Iya kalo iya, kalo nggak, cuma bisa nggondok, mendem perasaan nggak enak lagi deh.

Ya, papaku pernah bilang,
"Yang akan menjadi jodohmu adalah orang yang benar-benar bisa mengerti kamu, mentolerir kekuranganmu, dan menerima segala keanehanmu dan menganggapnya wajar, tanpa harus dipaksakan..."




Ah, papa...
someday I will certainly find him,
the one who can tolerate all my unstandard behaviors,
hahaha...
*kisses*

Hahaha..capek juga ternyata. Panas pula.. Tapi tetap semangat!!