Wednesday, December 29, 2010

A Review

Hay friendssss!! How are you all in these almost-year-end days??

Yup, I has just finished my study yesterday, as I write in the other post below.

Tahun 2010 adalah tahun yang paling melelahkan untukku, walalupun banyak juga hal-hal yang menyenangkan dan tidak terduga terjadi. Tulisan ini mungkin bisa dibilang kaledioskop (halah kayak di infotainment aja). Tapi buatku sih lebih ke review, apa aja yang kulakukan, apa yang kucapai, dan apa yang terjadi pada tahun angka cantik ini.

Awal tahun ini, aku memulainya dengan masih berstatus jomblo hina dan baru saja menyelesaikan laporan KP/kerja praktek yang tertunda hampir setahun (padahal jadi prasyarat untuk daftar TA/tugas akhir). Tapi akhirnya aku cukup oke juga untuk daftar TA. Rencananya mau lulus bulan Mei. Tapi yang terjadi, aku baru ujian pendadaran bulan Desember ini, hari-hari terakhir pula. Itupun setelah tertunda 2 periode wisuda, Agustus dan November, dan kelangkahan sama adik-adik angkatanku (2006). Agak kecewa juga, tapi ya syukur lah, TA yang kukerjakan setahun ini akhirnya selesai juga. Dan memang semuanya akan baik pada waktunya, coba kalo aku lulus November, nggak wisuda deh… AHAHAHA, sorry buat temen-temen yang ketiban sialnya, peace!

Pertengahan tahun, di luar dugaan akhirnya aku menjalin hubungan asmara dengan seseorang. Setelah hampir divonis oleh lingkungan sekitar aku nggak bisa jatuh cinta lagi karena pengalaman pahit dengan mantan pacarku yang jadian sama mantan pacarnya (hayah gimana ini?), dan lebih banyak menulis teori-teori percintaan yang suram dan pessimistic, akhirnya aku membuka hati pada seseorang. Awalnya mungkin segalanya terasa menyenangkan, terasa smooth-smooth aja, dan berjalan konstan. Tapi endingnya… aku berasa kayak diiris pake pisau roti, sruk sruk sruk, dikit-dikit tapi sakit dan yang jelas terpotong jadi beberapa bagian tidak sama rata. Hufff… but still, I appreciated him for the nice days he gave to me.



Bulan puasa tahun 2010 ini adalah yang paling berat yang kurasakan selain bulan puasa tahun 2007.Ya, selain masih terantuk masalah hati, aku cukup ribet juga dengan TA yang nggak kunjung selesai dan aku mati ide buat nulis. Data lapangan dan data sekunder udah oke, tapi gimana nulisnya? I desperately had no idea at all. Hari-hari yang berat ini, entahlah, aku malah dapat berbagai macam penyegaran spiritual yang (lucunya) malah datang dari diriku sendiri. Aku bersyukur melewati masalah-masalah berat itu dengan cara-cara yang baik dan nggak menyiksa diri. Dari situ juga aku belajar untuk lebih mencintai dan menghargai diriku sendiri. Orang lain boleh menyakiti aku, tapi aku nggak boleh untuk menyakiti diriku sendiri.

(me and papa on Pasar Ramadhan Kauman)


Semakin mendekati bulan-bulan akhir, aku banyak berkutat dengan menyelesaikan TA-ku ini, bagaimanapun caranya. Aku lebih banyak disibukkan dengan bolak-balik perpus, atau bertapa di kamar buat menyelesaikan hal yang menyiksaku ini. Really, TA was thrilling and frustrating me a lot!!! Akhir Oktober kemarin aku pra-pendadaran (oke, aku baru tau kalo istilah ini cuma ada di UGM,so, ini maksudnya adalah sidang/ujian skripsi gitu). Tapi sayang, targetku untuk mengejar wisuda November nggak bisa tercapai, karena revisinya maha banyak!!! Masih harus ke lapangan lagi, nyari data ke instansi lagi, repotnyaaa!!! Sempet down sebulan, dan di akhir November, sepulangnya aku dari ngungsi di Jakarta, aku memberanikan diri untuk menyelesaikannya lagi, dan malah ditantang dosenku untuk pendadaran pula. OOOOHH!! Senangnya!

(ash rain and the masker rider!)


Bicara soal ngungsi, sebenernya it was not that necessary for me and my family to refuge that far, my house position is quite far from the dangerous area of the volcano. We went back to Jogja after we make sure that Jogja condition is safer. By only living with 1 sister and 2 cousins, I learned to be more responsible of my family and household. Yeah, aku menjadi kakak rumah tangga gitu ceritanya. Mulai dari masak, beres-beres, sampai ngurusin hewan peliharaan. Beruntungnya adik-adikku itu pengertian dan juga ikut membantu, kadang aku lagi males masak, atau terlalu sibuk nggarap TA, mereka nggak protest tuh walaupun aku baru bisa nyiapin makan malam jam 24.00. Hahahaha… moga-moga mereka nggak kena maag ya sepulangnya dari ngungsi di rumahku. Setelah mereka pulang, rasanya kok jadi sepi juga ya rumah… dan karena sekarang sedang tahap finishing my TA, aku menyatakan deactivate menjadi kakak rumah tangga.

Tahun ini juga merupakan tahun yang menyenangkan buatku, terutama untuk urusan keluarga dan teman-teman. Tahun ini di keluargaku ada yang menikah dan punya anak, seneng banget punya kepon cantik dan lucu. Sampai-sampai aku kalo ketemu dia (namanya Tania) nggak pernah bosen buat becandain. Hehehe… and I’m glad for my cousin’s marriage, she deserve to get a kind husband as him (I ever mention her wedding in my several previous posts). My childhood bestfriend also get married in the late November. I’m really happy for her. Kabar terbarunya, dia udah hamil 2 minggu. WUAAAAW!! Semoga selalu sehat dan selamat. Wait for your baby, friend *hugs*.

Menjomblo juga bukan berarti aku sendiri. Beberapa kali kubilang, aku dikelilingi oleh teman-teman yang baik dan menyenangkan. Bukannya excuse juga sih, karena kuakui being single is really not good! Dalam kapasitas teman, kadang seseorang terasa lebih comfort untuk saling berbagi cerita dan beban, bahkan nggak ragu-ragu untuk membantu. Begitu juga aku pada mereka dan mereka padaku. Senangnya. Walau aku juga tau, pasti akan ada saatnya dimana kami akan berdiri sendiri-sendiri, dan membantu teman bukanlah menjadi prioritas lagi. Tapi aku tetap akan selalu mengingat mereka baik-baiknya.

Selain itu, karena menghadapi banyak hal berat bersama-sama, rasanya aku jadi lebih mengenal sahabatku sendiri. Padahal aku sudah kenal dia dari ingusan sampai besar begini, tapi aku baru merasa benar-benar mengenalnya saat ini. Banyak hal mengejutkan yang kutemukan darinya, ada yang menyenangkan, ada juga yang membuatku rasanya pengen nggantung dia di atas pohon, kutusuk-tusuk lalu kucelup di Selokan Mataram. Tapi bagaimanapun dia tetap orang yang paling berharga buatku (selain keluarga), and he’s the one I don’t want to lose of…

(my bestfriend and me)


Yah begitulah kira-kira waktu setahunku ini kuhabiskan. Maaf kalo ceritanya nggak urut…

Yang pasti, tahun ini adalah tahun penuh warna yang nggak mungkin kulupakan. Kalau menengok lagi ke resolusi awal tahun 2010-ku, banyak hal yang belum bisa tercapai, dan ada hal yang nggak kurencanakan malah terjadi. Begitulah hidup. Aku sangat-sangat-sangat bersyukur masih diberi kesempatan hidup oleh Allah. Walaupun diberi berbagai macam ujian (ingat, kesenangan juga termasuk ujian lho!), tapi aku nggak akan menyerah, harus menjadi manusia yang lebih baik lagi!


Welcome 2011!
I’m excited to passing you!

HAPPY NEW YEAR, ALL

I am an Engineer!!!


Yeah, finally I passed the final presentation of my final project yesterday!

Though it still tons of revisions have to be done so soon (for about 2 weeks), I still on fire to finish it and get my title, ST (Sarjana Teknik/engineer). Actually I’m not going to become an engineer, as you know, I study on urban planning field, which is not handling any ENGINE. Hehehe. But I’m still proud to say that I’m an engineer. So, maybe in the middle of February, my name become a bit changed, with 2 characters added. Atrida Hadianti, ST

(Here's me, on the final project site, Selokan Mataram)


Some asked me, "What will you do next?
"

So much plans rushing into my head, I don’t know what I should do first, but I try to think and arrange the ideas. First, I must finish the revision, it’s a must. Second, I have to take a therapy of my disease, 4 or 5 days in hospital, then I (maybe) cured. And third, I want to fulfill my dream to become a travel writer. I don’t know where I should start to become a writer, but this is my passion, and I think I have to make it true, whatever it takes. Maybe I would create one more blog, just for posts related to travelling. But still, I will write here first :)

Greater plan, honestly, I don’t feel I will directly drowning into job seeking world, I know, we have to make money for living, but I will not forcing myself. I said to my parent, how if I plan to take graduate school overseas? And they really support it. So, maybe in early 2011, I will be busy for graduate scholarship hunting. Wish me luck!

But how I make money to afford the traveling plan?

Hem… I don’t know exactly, but I will try to apply some of those formal jobs or projects. But still, I’m not forcing myself. I’m quite idealist to choose a job. I won’t take the job that I’m not competent (or enjoy) in it, such as banking fields. Really, I want to work in design fields. I now start looking for it, the job I will fitted in.

Some friends are getting married or planning to get married, here, include my first boyfriend (since I was junior high until early college) who will get married in January 1st, 2011. What a surpriseeee!!! Honestly, I’m a bit sad of this, but what can I do for more? I can only pray the best for him and his new-built family. May you have a very good life after this, become a good doctor, good husband and good father. I’m glad you still remember me and be friend with me.

What about me?

I wasn’t thinking much about love life for this late 3 months. After the painful separation with Mr. It’s Complicated, I become more more careful about love matters. Be friend is okay, but for more, it will be a quite long consideration. That’s not mean I close myself, but I don’t want to get hurt like that again. Somehow, I think people who firstly love me could become easily lose feeling of me after knowing how the real I am. So, everyone’s welcome to know me more, but to loving me, make sure of it first!! And prove it to me (is it a challenge? Hahahah!!)


I actually already plan to get married. But I still don’t know who will I married to and when the exact time. Maybe after I finish the graduate school, or maybe after I get a stable job. Deep inside my heart, I want to get married at my age 25 with someone  I really loved. Wish it can come true….

Yeah, this is me now, standing on the new stage, ready for the new world.
Here I come, world!!!


PS: thank you so much, friends, for support and pray… I know it’s not only about me, but I’ve supported by you all!


Sunday, December 26, 2010

Souvenir dari Merapi

Oke friends, I wasn’t visiting Merapi area today, but I was about to have lunch in my favorite restaurant Jejamuran, and suddenly my eyes catch such an interesting thing in a souvenir stall around the restaurant.



Yup!!! Menarik kan? Dijual VCD dokumentasi erupsi Merapi 2010. Oke, buat yang nggak tertarik, mungkin akan berpikir ini sekedar memanfaatkan peluang aja dari musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Merapi beberapa minggu lalu. Tapi sekarang Merapi (syukurnya) udah mulai tenang, tapi saudaranya, Gunung Bromo yang mulai bergejolak. Sayangnya berita erupsi Gunung Bromo nggak seheboh Merapi waktu itu, karena ketutup sama hingar-bingar euphoria Piala AFF. Kasiannya…

Oke, back to this interesting piece. Awalnya aku juga berpikiran kayak gitu sih, “Wow, ada juga orang yang menjadikan dokumentasi bencana sebagai souvenir yaaa…,”. Aku berlalu begitu aja melewati lapaknya dan menikmati makan siangku di Jejamuran. Sedikit pamer, menu makan siangku ini bener-bener enak, sampai-sampai aku rela nahan laper di perjalanan dari rumahku di Prambanan sampe ke Sleman, kira-kira 25 km lah, dengan perut udah laper kruyuk begitu sampai di tempat. Mana pake ngantri buat dapet tempat duduk pula. Kruuuk… Sambil nunggu makanan jadi, aku SMS-an sama temenku di Surabaya, ternyata dia penasaran juga sama tempat makan ini. Yup, sesuai namanya, tempat makan ini menyediakan menu-menu dari bahan dasar jamur-jamuran yo ge ge thok. Ada sate jamur (yang paling yummy versi adikku), tongseng jamur (my fave), rendang jamur (my parent’s choice), lumpia jamur, dadar jamur shitake, dan lain-lain yang berjamur (lho?). Silakan membayangkan dan ngiler sendiri. Hahahaha!

Wah, sepertinya aku mulai keluar jalur ya ceritanya. Oke oke, jadi habis kenyang menyantap hidangan berjamur itu (waks!), aku kok tiba-tiba kepikiran sama jualan VCD tadi ya. Kok menarik sekali… Di tengah maraknya wisata bencana di Jogja tercinta, ada juga yang menawarkan souvenir dokumentasi bencana sebagai pelengkap. Komplit sudah!


Antara etika dan informasi

Essentially, aku nggak setuju sama wisata bencana dan sejenisnya, termasuk orang yang nonton banjir lahar dingin di Kali Code. Selain bahaya dan terlalu riskan, rasanya nggak etis aja ya… musibah kok dijadikan tontonan. Beda misalnya kalau sudah agak lama berlalu, ya at least sampai bencananya bener-bener berhenti dan masa berdukanya selesai. Coba bayangkan, lagi panik-panik dan sedih-sedihnya kita ditinggal sanak saudara karena musibah, eh… ada orang-orang yang segar bugar sehat wal afiat dan bahagia datang buat foto-foto dengan latar belakang lokasi musibah plus korban-korbannya, males banget nggak sih? Kira-kira begitu.

Tapi keberadaan si VCD dokumentasi ini membuatku berpikir agak lain. Waktu kutanya sama penjualnya, ini siapa yang bikin? “Ini suami temen saya, dia kameraman yang jadi korban erupsi Merapi, istrinya yang minta tolong saya njualin” ehm, bener atau enggaknya pernyataan itu, tapi aku cukup tersentuh juga. Apa juga tujuannya ya? Sekedar memanfaatkan peluang (yang aku tau ini bakal cuma sesaat) atau emang pengen menyebarkan informasi? Akhirnya mamaku beli VCD ini (FYI, beliau emang kerjanya koordinasi urusan kesehatan saat bencana).



Sampai rumah, kami tontonlah VCD ini bersama-sama. Cukup lengkap juga, mulai dari sebelum Merapi meletus, waktu upacara Labuhan yang dipimpin Mbah Maridjan, evakuasi lansia dan balita, sampai erupsi yang melanda Cangkringan (yang mana kata si mbak penjualnya, kameraman ini menjadi korbannya). Lengkap juga, dan informatif. Salut buat kameraman dan editornya.

Aku jadi mikir, orang Jogja sekarang mulai kreatif ya? Mulai sadar pariwisata, sadar dikunjungi orang banyak, sehingga menimbulkan ide-ide baru buat memasarkan daerahnya. Sebagai (calon) planner, ini bener-bener keren. Selama ini aku selalu berpikir kalau wisata di Jogja itu hanya seperti permen tanpa bungkus, walaupun manis, tapi nggak menarik buat dibeli karena kemasannya kurang meyakinkan.

Apakah kemasan wisata itu?

Wisata nggak hanya bisa dijual obyeknya. Ambil contoh wisata alam Merapi. Bagi kalian yang pernah berkunjung ke Kaliurang dan sekitarnya, disana ada gardu pandang, ad ataman bermain, ada museum, ada vila-vila, ada tempat makan, dan lain-lain. Itu baru kemasan fisiknya. Atraksi lainnya? Seingetku sih ada pertunjukan Jathilan setiap hari Minggu, terus ada juga wisata kuliner jadah-tempe, trekking, dll. Tapi sayang, apa sih yang bakal kita bawa sebagai cenderamata dari situ? Yaaah… kadang ada juga sih yang jualan foto-foto Gunung Merapi, atau bunga edelweiss kering, tapi kok kayak kurang ada touch-nya gitu…

Nah, VCD ini bisa jadi cinderamata yang cukup menarik buat melengkapi “kemasan” itu. Dengan harga yang cuma 25.000 rupiah, penonton bisa dapat informasi dokumentasi lengkap mengenai erupsi Merapi yang paling menghebohkan satu dekade terakhir ini. Isinya komplit, walaupun secara sinematografi rasanya kayak nonton acara mbangun deso di TVRI tahun 90an, bukan kayak nonton dokumentasi ala Metro TV atau TV One. Tapi secara konten, saluuuut… video ini nggak se-lebay yang di tipi-tipi, walaupun esensi ketegangannya masih kerasa.

Here’s some caps of the movie

Ritual Labuhan yang dipimpin Mbah Maridjan (kiri) dan proses evakuasi sebelum erupsi (kanan)

Proses evakuasi lansia dan balita

Detik-detik sebelum letusan Merapi

Desa Kinahrejo dan sekitarnya setelah erupsi Merapi

Oke friends, bagi kalian yang berminat, silakan datang ke Jejamuran dalam waktu dekat ini. Soalnya aku nggak tau, apa dia masih jualan disana atau nggak kalo kalian kelamaan. Sebenernya aku bisa aja sih ngopy, tapi kok ya… nggak tega aja mbajaknya. Hahaha…

Inilah alasan kenapa aku males nonton pertandingan malem ini, pas nonton malah kegolan, bete abiss!!! Pengen nyolok mata suporter Malay yang ngelaserin kang Markus!!!!

Saturday, December 25, 2010

DOKI DOKI! DOKI DOKI! My final presentation would be held on December 29. Wish me luck, friends.... Huhuhu...

I'm in Fashion


I’m not a fashion blogger, actually. Though I love to post my photo with different clothes, or following many different fashion blogs, and some of friends said that I’m kinda stylish in campus. Huahaha…  In fact, I don’t really care with the way I look, and you know what, I can wear the same outfit in the same week. I only have few daily clothes in my wardrobe.

How I describe my style…

Basically, I’m a department store girl. When girls at my age loves to shop in boutiques or special clothing stores that only sell one item for one piece of dress, so there’s no one else have the same clothes as theirs. But me? I ever met my friend wearing the same outfit as mine in my campus, and we just laughed together!!! For me, it doesn’t matter that someone else wearing the same cloth as mine, because it will always look different, depend on who wore the cloth and how they wore the cloth ;)

Couple years ago, I loved to be a very-different person, look strange or weird was my fashion statement. I loved to wear mini skirt over the pipe jeans trousers, or tied pashmina around my belly. Sounds weird, huh? Yeah. I thought that mainstream fashion is only for people who have more money to buy that (damn) good clothes, and feminine character. Me? I’m not that rich to afford the clothes, I was a (very) tomboy girl and had no taste on fashion at all. I didn’t really like grooming, not even wore good looking clothes or put any make ups. I thought it made me look natural and honest, not hiding anything underneath the clothes or make up.

Lately, I become more paying attention of my look. My father said, “Good grooming represent that you have good respect of yourself. So, grooming well, and people will respect you,”. That’s really changed my mind about fashion. Fashion is a part of good grooming, and if you could see wider, fashion is not about wearing an expensive exclusive branded clothes, but it is how you wear even an ordinary or unbranded clothes to be look good and fit on you, your body and your character. Also, comfy is a must, no bargain.

I prefer to be look very simple and casual for daily activities: going to campus, survey, etc. I look just like any other girls in campus, with shirts, jeans, jacket, canvas shoes, and glasses. Very ordinary. My mother told me that a girl should put any accessories to complete the look, so I also wear accessories, such as earrings, necklace, bracelets. I only wear two rings in my sweet-fingers (anyone know what is “jari manis” in English??), one in the right is from my mother, a small sparkling ring, and one in the left is a silver ring I bought in Bali when I was in high school. Usually, I didn’t put any make ups on my face, only few touch of powder and lip balm. My sister puts full make up every day, and she also teach me how to use make up, especially eye-shadowing and eye-linering, I always weak on doing it.

My daily outfit, I put batik outer top to give unique touch


For special occasions, actually I love traditional fabrics, especially batik. A while ago, I loved batik hunting with my girl-bestfriend, looking for new and fresh designs, and then take it to the tailor. My favorite tailor is actually my driver’s wife, so I could get the very cheap charge, yay!!! *bounce bounce* So now, I have more semi-to-formal clothes in my wardrobe and not much worry when I have to attend some semi-to-formal events. Besides, I now also love to wear pretty shoes. Remember, in one episode in Hana Yori Dango/Meteor Garden/Boys Before Flower, there’s a nice quote about shoes, “Beautiful shoes will take you to beautiful place,”. For shoes partner, there’s one of my favorite fashion item, stocking. I don’t know, I feel uncomforted, especially when I wear short skirt, without a pair of stockings. Make ups? As usual, I adjusted it with my dress tone. I also make experiment in eye-shadowing. Again, my sister teach me how to use it correctly. How can she become so good-skilled in make up? She learns (and inspired) from Michelle Phan, a young make up artist.

I love batik and any Indonesian traditional clothes <3


I love earthy colors, like terracotta orange, soil brown, or leaf green, plus sky blue. Solid colors I loved is white. But why I put “pink” in my blog name? Because my sister ever told me that I look good in pink, oh really? LOL. Yup, I have too many pieces in earthy color. I don’t know what influenced me. Some said that Taurus is fitted in that earthy colors, I’m quite sure, in fact, some of my Taurean friends also love these colors and they look good on it.

I love this outfit the most! Earthy color, simple and comfort


My inspiration on fashion is come from many sources, books, magazines, fashion blogs, cosplay, etc. I’m not strictly fixing on my style in one style like vintage or modern or edgy or retro or you-name-it etc. My personal fashion statement is simple and a bit unique, whatever the style-name is. But the most important is… COMFORT!

Hahaha, I laughed after finish edited this picts, I looks like zooming my size :D


Here’s some of my favorite inspiring bloggers, I don’t make any border or theme, but I’m sure you will know how my personal taste is. Enjoy blog walking and get inspired.


PS: also check out  me and my sister’s blog Sosweetan, thank you!

My final presentation (Insya Allah) would be held on December 29, please wish me luck, friends!!! <3 love you all!

Wednesday, December 15, 2010

Countdown

GOOD NEWS!!!

(Me, in campus library a year ago)


Yeah, finally, after almost a year I work on this (thrilling and frustrating) final project, I got a green lamp to final presentation (or we called it ‘ujian pendadaran’). YUHUUU!!! And you know when it would be held? In the last week of this year! W-O-W.

I’m so excited and also scared facing the presentation. A lot of works have to be done, the text draft, maps, and ppt presentation. I must prepare the best for it!

Also, I ask you all to pray for me, may Allah give me success (and good point ;D hehehe).

YOSH! Let’s face and finish this mess!

(me, after pre-final presentation)


PS: for my bestfriend, come on boy, let’s finish it together, let’s shine together, I always support you and pray for you the best…:) you’re my motivation!

Saturday, December 11, 2010

Hello hello... (singing SHINee - Hello)

Knitting Fever

Hahaha… really, this crafting activity is seemed so so so granny! LOL.

Few months ago, I asked my mother to teach me knitting. Why?
Yes, these things (look picture below). A cute headband! Suddenly, I have a strong motivation to learn knitting. Besides, I already interested with knitted stuffs before, really! :)

From Etsy


So, here I am, become lazy to do anything but knitting. Everytime, everywhere, it saved me from boredom and even motion sickness in flight (can you believe that? I already proofed it!). When I knit, I forget everything, my problems with love and also the deathly final project. After I finish one form, I desire to learn the other more difficult form, I enjoy it much!!!


Oke, below are some of my knitting creations. Hehehe... if it is not too good to look, I'm still a newbie (excuseee!)


knit 1-2
Surprise gift to mother, a brooch (left) and gift for cousin, a flower necklace (right)

Practicing flower form, what do you think, better?


Tutorial book by Yuniar Wibowo.
And my trial and (a bit) success creation here.


Knit till you drop!

Thursday, December 9, 2010

Sayangnya kangen nggak bisa di-pending ya... :((

Kazoku/Family (QCAM Roll #4)




Yup, this is my 4th roll result of my QCAM shots. I'm sorry I'm not publishing my 3rd roll, because it was my experiment using BW film, but the result is all dark, grey, and cannot be seen. Really embarassing :((

Okay, this roll had been used in the latest Lebaran Holiday. So, there are so many pictures of my family and friends. In the first day, I met my big family from my father side in Madiun. Then, in the next day we went to Surabaya to visit my grandfather from my mother side, and directly left for Situbondo to visit my grandmother's grave (my friend said it calls "flowering", ha? Is "nyekar" called flowering in English??)

After the big family meetings, we suddenly have an idea to visit Madura (you can also see more pictures in this album: http://nekopinku.multiply.com/photos/album/75/Madura_Madura).

When the holiday is over, we went back to Jogja, and some friends held "Halal bi Halal" to gather all old friends together. Also, I visit my bestfriend's home, you know why? It must be many delicous home-made-cooking there! Yay! Hehehehe...

Technically, I think this roll result is better than before, I don't know, maybe the it's about lighting. When there is enough lights the result going good :) lesson learned

Tuesday, December 7, 2010

Tough Life Lately


Hay, how are you, people? Always always wishing you are all okay :)

Aku sendiri sedang sangat tidak oke akhir-akhir ini. Banyak hal yang membuat hari-hariku terasa berat. Yahh…, selain kepulangan orangtuaku dari haji (jelas seneng, dapet banyak oleh-oleh dan doa, hehehe).

First, since the final project still walking slowly on progress, I am being frustrated by it, like a nightmare on sunny day! Deep inside, there is a very strong desire to finish it, but when I face this electronic stuff called notebook laptop, I feel like suddenly I lost all ideas that came up flying inside my mind. Hh… I tried so hard to gather my mood to finish them so soon. I plan to have the presentation in December. I HAVE TO MAKE IT, IT’S A MUST!

It feels really not good when you want to finish some tasks but, in fact, you don’t even get the mood to do that. And it happens to my TA (tugas akhir/final project assignment). Padahal, apa susahnya sih nulis revisian yang udah jelas-jelas dikasih pengarahannya sama dosen? (asking myself) Jadi teringat juga SMSan sama adiknya sahabatku, kata dosennya, “Sebenarnya TA-mu ini mudah, asal kamu mau berpikir sederhana,” begitu kira-kira. Huff… (menghela napas panjang). Berasa déjà vu, dulu dosenku sendiri juga pernah bilang begitu, yang lebih jleb-nya lagi, beliau bilang, “Lha kamu itu hal yang gampang dipikir ribet sih,”. Dhezz, sepertinya aku mulai kembali ke titik awal lagi, waktu aku mati ide lagi, mau menyerah lagi. Rasanya setelah pra-pendadaran itu kok malah semangatku mengendur, bukannya makin semangat. I deeply going down to my lowest spirit…

Dan akhirnya aku bener-bener menyerah. Dengan mengorbankan segala gengsi dan harga diri (halah), aku mengirim SMS ke dosen pembimbingku, “Pak, kapan Bapak ada waktu untuk konsultasi? Saya kesulitan untuk menyelesaikan revisi TA saya,” SENT. Untungnya si Bapak berbaik hati, atau mungkin kasian baca SMSku yang melas itu, langsung dibales (tumben-tumbennya lho!), “Oke, besuk pagi jam 8 ya,” huff (menghela napas lagi) kali ini aku ngadep dosen dengan tidak membawa kemajuan apa-apa, ya sudah lah, yang penting ada niatan yang baik untuk segera menyelesaikan benang kusut ini.

Honestly, aku pengen banget cepet selesai, banyak hal yang kuagendakan akan kulakukan setelah semua kekisruhan ini kelar. Bukan formal job, bukan proyek dosen, bukan proyek temen juga, but my personal projects and plan, salah duanya adalah jalan-jalan dan kuliah S2 di ITB. Hahaha… Semangat ya, kucing pink… makanya jangan males-malesan terus, walaupun udara emang enak buat dipake tidur! Wake up, girl! Oke, janjiannya tanggal 13 ini kami mau bertemu lagi, kemarin sudah liburan seminggu buat menjemput papa-mama dan menghabiskan waktu dengan mereka, sekarang ayo mulai lagi,
set the fire!!!


(my room corner, messy and full of unnecessary stuffs)


Tiga minggu kemarin, bener-bener nggak ngerti deh aku ngapain aja. Yang jelas, aku menjadi full-time housesister, yes, kakak rumah tangga! Sendiri bersama 3 ekor adik (satu adikku sendiri, 2 sepupu) yang semuanya sedang ditinggal ortunya pergi. Praktis aku sebagai kakak tertua yang mengurus segala kebutuhan rumah tangga, mulai dari kebersihan rumah, masak, sampai ngawasin jam pulang adik-adikku. Tapi kalo soal yang masak sih… aku emang suka, jadi ya nggak jadi beban juga, wong seneng. Apalagi aku akhirnya bisa juga masak rawon (walaupun pake bumbu jadi ditambah tanaman-tanaman lain seperti sereh, bawang merah, daun jeruk, daun salam dan laos). Juga bisa bikin kolak labu sendiri tanpa petunjuk mama, dan kata temenku sih enak (nggak tau deh dia bilangnya beneran atau buat menghibur, yang jelas, there was no one poisoned by my cooking  :D). Yah, aku pikir nggak jelek juga jadi kakak rumah tangga, tapi lama-lama aku bisa gemuk juga kalo kaya gini terus. Hahahhaha!!!


Salah satu kegiatan yang (sebenernya) asik tapi kata adikku bikin aku keranjingan dan males ngapa-ngapain adalah… merajut! Yes, can you believe that a tomboy girl like me loves knitting? I bet you couldn’t believe it! Hahaha… Yup, rasanya kaya kesetanan aja kalau udah ngerajut. Oke oke, biar kuluruskan dulu, aku merajut pake metode hakken ya, bukan breien (simbah-simbah banget kalo ini, dan aku juga belum bisa). Hihihi… lumayan juga sekarang sudah bisa bikin bentuk-bentuk yang bisa dipake (bros, kalung, tatakan gelas) walaupun bentuknya masih berantakan /gg


“How’s your love life, Tid?” my friend ask me in her PM.

Yes, I have just found out that some friends are curious about my love life. Entahlah, padahal akhir-akhir ini aku menjalaninya biasa saja. Nothing special about my love life. Beberapa orang sampai mengira aku kapok jatuh cinta karena beberapa kali endingnya nggak bahagia. Anda salah, saudara-saudara! Aku hanya memberi waktu untuk diriku sendiri berproses pelan-pelan. Dan lagi, aku masih bisa jatuh cinta. And I already in love. But certain circumstances do not allowed me to explicitly exposing who’s Mr.Crush is, I’ll tell you later. Kali ini, aku lebih ingin memberi cinta buat dia, walaupun aku tau itu akan sangat sulit, karena aku sendiri seringkali nggak bisa mengendalikan diri untuk nggak berekspektasi macam-macam sama dia, tapi mau gimana lagi, kadang perasaan susah diatur, setan kecil itu selalu muncul sekalipun aku sedang jatuh cinta. Dan ternyata di semua kisah cintaku, kangen adalah hal yang paling menyiksa, kadang pengen banget ketemu, tapi nggak bisa, dan itu membuatku gelibak-gelibek di kasur kayak ikan ditaruh di darat. Rasanya mau bilang sama dia “Aku kangen,” tapi kok gengsi ya. Kalau kata temenku, aku seperti anak SMP aja, padahal umurku sudah 23, masih jadi mahasiswa pula.


Yes, he’s really special for me. I try to do the best for him. Persoalan dia bakal menyambut perasaanku ini atau nggak, mungkin hanya waktu dan Allah yang bisa menjawab. I really love this man, but the fate is Yours, I just follow what my heart says… to love someone, and someday be loved in return. Wish me luck in this journey, friends!

"The greatest thing
You'll ever learn
Is just to love and
Be loved in return"

(Nature Boy by David Bowie)


Good night everyone!



PS: buat yang tadi minta fotoku pake kerudung pashmina, monggo dipun pirsa:)



Rasanya komentatornya pengen tak sumpel!! Kalem dikit napa?! Huh

Kali ini Indonesia bisa menang lagi nggak ya? Semangat!! Harus menang!! *berdoa* (51 seconds ago)

Tuesday, November 30, 2010

I Do Like Wedding!

I do love to attending wedding ceremonies, family, friends, or parent's friends. I like the grooming ritual before coming to the venue, wearing dress or kebaya (Javanese traditional female cloth). Kinda sounds silly, isn't it?

Some of my friends hate to attending the wedding because it sounds soooo old-fashioned, and so did I, few years ago. But as I grown up, and some of my friends, cousins, and even my ex boyfriend) are getting married, I started to love attending wedding ceremonies.

My mother always told me that to attend wedding I must wearing good clothes, and put a bit more make ups (since actually I only put few make up touch in my daily life). Firstly, I really did not comfort with the long kain (skirt), make ups and the worst part is high heels footwear. Uuuh, they really make my leg sick!!! But now, I don't know what happen in me, I enjoy the grooming, make up, the dresses, and even the footwears.

God, I now glad become a woman rather than a man. Hahahaha... FYI, I actually am a tomboy girl ;)

This is how I look in my cousin's wedding. I wore an off-white tulle kebaya and maroon batik kain :

Me(yes, like in the post below...)

Me and my sister

Me: off-white kebaya/tailor made, maroon Maduranese batik kain/my mother's collection, heels/Bellagio, rattan bag/random shop in Banjarmasin
My sister: off-white kebaya/tailor made, dark brown Maduranese batik kain/also my mother's collection, shoes/mother's belonging, rattan bag/random shop in Banjarmasin.


And here is the happy newlywed couple:



Visit also: sosweetan

Friday, November 19, 2010

Cheating-Jealousy Boundary?

Hay friends! Though it’s a bit late, Happy Idul Adha!! My Idul Adha day went so so so weird, me, my sister and my cousins woke up late, and when we walk to the temple parking lot (where shalat Id was held), it’s already started. So we made it in 2nd day, and took place a bit further from my house. Wew.

Oh ya! Kalian masak apa di rumah? Kalau aku sendiri masak rawon, and honestly, this is the first time I cooked it, and it went good, at least for me, my sister and 2 cousins, hehehe.. and at least there were no one poisoned or something with my cook. Yatta!


Ok, but today I will not talking about Idul Adha, the cook or goat or anything (you name it). Baru sekitar sejam yang lalu aku di-SMS salah seorang teman wanitaku, “Aku bingung sama ni cewe, yang masih PM-an sama pacarku, lebih herannya lagi pacarku kok khawatir sama dia, padahal sama aku lempeng-lempeng aja waktu kuceritain soal Merapi,” he? What the hell is that? I’m so sorry that I cannot make any good advises, aku sendiri sudah lama nggak mengalami urusan yang begini, neither relationship nor jealousy or something like that.

Sebenernya sampai mana batasan yang layak untuk “dicemburui” dan sampai mana batasan untuk dibilang “selingkuh”. Aku sendiri masih rancu. Personally, I’m a person who is not easily got jealous, but sometimes, in several circumstances, I could get jealous for unexplained silly reasons. Sekedar pergi sama cewe lain, entah mantan atau temen, it’s ok, but for any intimate feeling? I can’t stand with it. Tapi bukan serta-merta aku akan menuduh pasanganku selingkuh atau kenapa-kenapa, terus main ngelabrak si wanita, dengan kasar maupun halus, menghabiskan tenaga aja!

“I think you should clarifies it with your boyfriend,”

“Wedyaaan! Aku nggak sanggup nanyanya, aku nggak mau ribut,”

“So deal with it then,”


Haruskah begitu? Jealousy is such a confusing dilemmatic feeling, di satu sisi kita nggak mau dikira cemburuan, di sisi lain yang lebih dalam ada perasaan nggak nyaman yang meliputi. How to synchronize them? Sungguh, perasaan bertahan dengan ketidaknyamanan itu bisa mengganggu seperti setan kecil yang akan terus-terusan membisiki memanas-manasi hati. Tapi idealisme jelas-jelas nggak akan mengijinkan untuk melakukan hal se-childish itu, cemburu itu hanya terjadi di hubungan yang nggak dewasa, nggak bisakah kamu lebih bijak untuk menyikapi ego-mu? Oke, bisa dibilang ini jadi perang batin. Oh…

Mungkin…batasan itu adalah “elastic boundary”, yang mana setiap orang mempunyai batas limitnya masing-masing, yang harus dimengerti juga oleh pasangannya. Batas toleransiku terhadap jealousy mungkin segini, tapi buat orang lain segitu. Everyone has their own limit.

Tentukan sendiri batasmu, teman, kalau memang menurutmu itu sudah keterlaluan, kenapa nggak dikomunikasikan aja. Kasih pengertian ke dia kalau kamu bukan sekedar cemburu buta, tapi pakai pikiran bukan sekedar emosi, dia harus tau sampai dimana batasnya hatimu bisa menerima sikap dia terhadap perempuan lain, prinsipnya kalau kamu nggak bilang ya nggak akan ngerti dianya. Kalaupun dia menganggapmu nggak dewasa dan nggak bisa mengerti dia, justru dia yang salah, karena kamu sudah mengatakan apa yang kamu pikir dan kamu rasa, dan kamu nggak se-childish itu karena nggak gegabah untuk memutuskan mengatakan sama dia, karena KAMU PERCAYA PADANYA!

Thursday, November 11, 2010

Healthy Me.. Healthy You..

http://ohmykiwijusje.wordpress.com/
My sister health journal

Officially HOME SICK!!!

Temporary Out of the City

 
 

Because of Mount Merapi eruption within this month, and my parents has to go to Mecca for hajj, me and my sister temporary move to Bekasi, my uncle’s house. Hope those frightening volcanic activities in Jogja; explosions, blistering clouds, ashes rain, and so on, could stop very soon. I really missed Jogja, my whole life is in there. It feels really terrible that I had to leave the city, without doing anything to help, not even become a volunteer since I know I had a weak body. I’m so sorry Jogja… :(

Hope someday I could contribute to make my beloved city become better, well planned and comfortably to be lived in. I’ll be back by the end of this week! See you!

So much love,

PS: thanks so
http://merapi.combine.or.id/ I can monitored Jogja condition by streaming the handy-talky-talk via the internet web :)

photo source: random websites

Tuesday, November 2, 2010

Love is Somewhat...

Confusing

Frustrating

Complicated

Thing

On Earth


Yeah, that’s how I describe it, for now. I don’t know why people love, at the same time, also hurt each other. My father said, love is “sacrificing”. My friend said, it is “believing, trusting”. But the most common, I see love as “demanding”. Oke, bener atau salahnya itu bisa bersifat relatif, yang mana yang pernah kamu alami, atau kamu lihat di sekelilingmu.

Aku sering banget mendengar cerita-cerita temen-temenku mengenai hubungan mereka dengan pasangannya. To be honest, I am not a good listener or advisor, but it’s nice to be trusted to hear their stories. Suatu siang, seorang temenku SMS aku, “Kenapa ya, ceweku akhir-akhir ini kalo kutelpon marah-marah terus? Kayak nggak butuh aku gitu,” dan apa reaksiku, bengong. Memutar otak buat loading memory kasus serupa dan gimana penyelesaiannya. Dan tetep buntu. Bingung antara mau menjawab, “Ah, itu cewemu kangen aja, kalian kan PJJ, mungkin dia sudah lama terbiasa tanpa kamu,” atau kemungkinan yang paling jeleknya, “Hm, itu mungkin… cewemu udah punya cowo lagi,” tapi nggak tega banget rasanya buat bilang. I was on a big dilemma, dan aku kasih jawaban pertama aja, nggak baik juga kan nyuruh orang berprasangka buruk, apalagi sama pasangannya, tapi kemungkinan itu memang ada. Bingung. Lalu kemarin, seorang temanku nongkrong sepanjang sore di rumahku, kirain mau main aja, ternyata… curhat juga! Au… As usual, I listened carefully, walaupun kemampuan otakku buat loading hal-hal berat mulai menurun sepertinya. Dia bercerita, lagi berantem parah sama pacarnya, dan lagi butuh cooling down dulu beberapa waktu. Lucunya, mereka ternyata sering berantem, tapi ketika mereka sedang berdua, mereka saling menguatkan aura masing-masing, dan membawa rejeki, ada aja job yang didapat ketika mereka sedang berdua. Ufff… See, love is confusing isn’t it?

Bingung kan? Ketika orang saling mencintai, di saat yang sama mereka juga menyakiti. Apa perlu aku bilang cinta itu membuat orang jadi masochist ya? Sakit, tapi ingin terus merasakan sakitnya. Dan kangen itu adalah fase yang paling menyiksa! Suatu hari, aku pernah bilang sama seorang teman yang sayang sama orang yang kusayangi, “Kalau kamu sayang sama dia, aku nggak apa-apa, sayangilah dia,”. Oke, let’s say I’m lying that I’m not also being hurt, but that’s love, a sacrifice, maybe.

Kembali ke kangen itu menyiksa, saudara-saudara. Pernah kan merasa kangen? Gelisah sendiri, gelibak-gelibek, bingung, cemas, dan lain-lainnya. Frustrating. Sialnya aku selalu ketiban yang kaya gitu. Hehehe. Coba deh bolak-balik lagi posting-postingku sebelumnya. Aku adalah salah satu tipe yang salah tingkah dan paling mudah disalahpahami. Dan biasanya ekspresi kangenku paling sering disalahpahami dengan pemaksaan. Padahal, kalau nggak berekspresi apa-apa, aku bisa dibilang super duper cuek sampai-sampai aku dikira punya cowo lain, hahaha! Jelek bener. Apa sih yang membuat cinta jadi begitu frustratingnya? Karena kita nggak bisa membaca hati orang lain, sekalipun keluarga sendiri, sahabat sendiri, atau kekasih sendiri. Makanya kita menduga-duga, dia gimana ya kalau aku ngomong gini, atau bersikap gitu. Dan nggak pernah ada alat ukur pasti untuk mendeteksi itu! Kalo ada aku mau deh, biar nggak salah tingkah lagi.

Love is a many splendor thing. Love is the craziest thing. Hehehe. Really, it seems so happy in the beginning, then it become chaotic when it reach some sensitive issues among the lover themselves. Banyak yang harus disesuaikan dari dua pribadi yang berbeda; sifat, kebiasaan, pikiran, cita-cita, etc etc yang kadang membuat segalanya yang indah tadi berubah jadi awkward. But somehow, if you believe in your loved one, all those scary things might be disappear and everything going okay. But I don’t really trust human, though I love him much, I take all my future fate on God :)

Ah… aku ngomong apa aja sih diatas ini? (bingung sendiri) I’m sorry, I just pointlessly mumbling here. Because, yeah, love is somewhat confusing frustrating complicated thing on earth!!!

Untuk kakak sepupuku, Mbak Ima, selamat atas pernikahannya, selamat menempuh hidup baru dengan kekasih tercinta, semoga jadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, dan memberiku kepon-kepon yang lucu! Hehehe… I’m glad you finally found someone who loves you the most!

mbak Ima's pre wed

You're always like that, you're worrying

Even though you've already made up your mind.
There's still time...
OK! Do it right now!
OK! All you have to do is give him an answer!

You have to convey
Those feelings deep in your heart!

"Would you marry me, honey?"
Congratulations --
Now you've finally heard those magic words!
Look, it's a very small start,
But it will lead to a great big love.

Your eyes show that you're pretending to be strong,
And your words are kind of clumsy,
And you end up bluffing...
But I've always wanted
To be as composed as you.

You know what's more important
Than anything else, don't you!

It was a miracle that the two of you met in this big world...
Maybe I'm exaggerating but it's fate.
Eventually, you'll grow old...
After you've had an argument,
Kiss or something!

Will I get to hear
Those magic words someday? Ah...

Yes, I will!

(Mahou no Kotoba ~ Would You Marry Me?~ by Do As Infinity)


Thursday, October 28, 2010

Now what can I do? Just sitting here and pray?

What A Day?!!



きょうはほんとうにたのしかった!!!
Yup!! I was so bored today, my mood to work on my final project was gone almost completely. And suddenly an idea come up when my driver was about to take my mother’s shoes in around Kraton. “Hm, why don’t I visit Tamansari and walk around it, it sounds so fun,” I thought. Then, I went there, to Tamansari Water Castle!

Hehehe… kurang kerjaan banget kan? Tengah hari buta, matahari panas ngenthang-ngenthang, dan sendiri pula. Geje abis! But basically I love to do this, jalan-jalan sendiri di tempat yang (menurutku) menarik, mengamati apa saja yang ada di situ, dan memikirkan segala masalahku sambil jalan. Ah… sebenernya hanya ada satu masalah kok dalam hidupku akhir-akhir ini, masalah akademik!!

Huff… setelah kemarin pra pendadaran malah dapet tugas seabrek, akhirnya aku kambuh lagi deh penyakit malesnya. Mood tiba-tiba hilang, dan tiap hari rasanya ngantuuuk… seperti diserang ribuan lalat tse-tse!!! Dan waktuku tinggal 2 minggu lagi sebelum ujian yang kemarin dinyatakan expired *sigh, sigh, sigh*.

stepping on

Oke, back to Tamansari. Yap, as you know, Tamansari is one of those famous touristic site in Yogyakarta. It’s quite a long time I didn’t visit this place since 2 years ago. And voila! This place changed a lot. Mulai dari Pasar Burung yang dipindah ke Dongkelan, dan beberapa pemugaran di sana-sini. Bagus sih, tapi feel-nya jadi beda aja. Dulu atmosfernya “reruntuhan” sedangkan sekarang lebih ke “almost finished hall”. It’s okay, soalnya dulu di mata kuliah Preservasi dan Konservasi Kawasan Kota aku dan kelompokku pernah bikin tugas rencana kawasan ini, dan sekarang mendekati persiiiis banget dengan yang kami buat di tugas.

Yang membuatku senang, kawasan ini makin lama makin tertata dan “sadar wisata”. Dulu cuma seadanya banget, sekarang terasa lebih berseni. Beberapa tembok rumah yang dulunya lusuh, sekarang meriah oleh mural motif batik dan pewayangan. Sumpah, aku sampai terperangah aja lihat ada “warna-warni” baru itu. Tapi aja juga beberapa bagian yang masih “kampung” banget, itu menambah sensasi sendiri jalan-jalan ini. Ada juga tembok-tembok lama yang warna catnya sudah memudar, malah membuatnya makin artistik. Entahlah aku berlebihan atau enggak dalam menilainya, soalnya aku yang jalan-jalan hari ini lebih banyak pake feeling sebagai “orang stress yang lagi butuh pencerahan” ketimbang sebagai “calon urban planner” (would I be an urban planner, actually?). Yang jelas, rasanya aku pengen banget membawa adikku yang cantik itu, dipakein baju yang keren, foto-fotoin dia disini, dan upload di LookBooknya. Hahahahha!

batik motif mural
Batik motif mural

wayang mural
Wayang mural, if I'm not mistaken this is Bima

love this wall scene
Love this wall scene

public toilet
The (quite) clean public toilet

DSC00512 inspiring lampion
Nice lampion, is it KKNs made?

miniature of tugu
Miniature of Tugu, so cute!

kampong corner
The kampong corner

pulo cemeti today
Pulo Cemeti today

jr high school couple and friends
Junior high school couple and friends hanging out here


A bit disappointment, it’s not allowed to enter the peak of Pulo Cemeti. Uhuk… padahal itu spot favoritku, bisa lihat kota dari atas, sambil ditiup angin, dan sambil sun bathing, lumayan kan tanning gratis. Tapi ya… sayangnya lagi under renovation. Aku terpaksa harus menikmati muter-muter Pulo Cemeti di bawahnya aja. And guess what view I got there?? Anak-anak SMP yang berkeliaran (entah kenapa, setiap aku kesini selalu ketemu anak SMP, dari aku semester 1 dulu sampai sekarang!) beberapa di antaranya pacaran, dan juga beberapa pasangan yang (mungkin) seumuran sama aku lagi menikmati “dunia milik berdua” di lobang-lobang jendela. Uff… Oke, that’s really not good!

“We shape our cities thereafter the city shape us”

- Churchill -


Aku sempat mikir juga, ya… inilah Jogja, kota yang banyak dijejali pelajar dari seantero Indonesia, tapi nggak punya tempat pacaran yang cozy dan beradab. Inilah salah satu yang mendorongku buat belajar planologi, membuat tempat pacaran yang cozy dan beradab. Hahaha… tapi gimana ya? Karena aku pikir itu penting, karena “ruang menciptakan budaya”. Masak sih budaya pacaran yang ingin kita ciptakan itu mojok dan ngamar? Dilemma juga sih tapinya, kalo diakomodasi, ntar jadi kaya di Italy atau Paris, kita bisa lihat pasangan kissing dimana-mana. Ada ide, temen-temen?

Oke-oke, that’s just my unnecessary thought. Perjalananku lanjut. Honestly, I’m a bit claustrophobic, aku benci tempat yang sempit, gelap, dan lembab, seperti lorong-lorong di Tamansari itu. Dan sempet males juga buat masuk sendirian, bisa freak out aku ntar. Luckily, I met again with 4 random friends I had met before, in the circle mosque. So, I joined them. Hehehe…, thanks to them, I could go out safely from the darkness *relieved*.

tamansari2
Random friends I met there: Kris, Roni, Dela, and Wisnu

Dari jalan-jalan siang ini, banyak juga yang kudapat, selain foto-foto, aku juga bisa lebih relax memikirkan masalah-masalahku, dapat banyak inspirasi, dan teman, juga sempat jadi model dadakan. Hahaha... Dan sepanjang siang di situ  aku bener-bener jadi tanned. Tapi rasanya puas, sudah lama juga aku nggak bau matahari kayak gitu. Kemarin sebenernya mau susur Selokan Mataram lagi, tapi… ya, mungkin karena mood yang mulai memudar, aku jadi males. It wasn’t exciting doing something you are bored on.


Setelah itu, aku berniat untuk ngadem. Tadinya aku kira sahabatku mau ikutan gabung. Tau-tau dia sms aku, “Where r u?”, heh? Bukannya tadi udah kubilang aku di Tamansari? *bingung*. Lalu aku bilang, “Panas banget disini, aku mau ngadem aja, enaknya kemana?”. Dan dia jawab, “Kamu di Amplaz kan? Aku di Amplaz ni…” HAHHAHAHAHHAHA!!! Ngakak berat aku. Oke, bagi kalian yang nggak tau, foodcourt di mall Ambarukmo Plaza (Amplaz) itu namanya Tamansari. Dia kira aku di TAMANSARI FOOCOURT! A big WEW, and actually I ever been in that situation before (about 3 years ago). Dasar ambigu! Then I went meeting my bestfriend in Amplaz, and laughed at him, LOUD.

Habis itu, aku nonton Step Up 3D di XXI, ditraktir temen yang ngasih kerjaan desain seragam buat tempat kerjanya. Huff, moga-moga biaya nonton nggak dipotong dari fee ya… hahaha. Tapi aku puas banget nontonnya, entertaining banget, walaupun ceritanya standar ala kompetisi dance, dan walaupun nonton 3D bikin aku ribet karena harus make kacamata dobel, untung aja hidungku muat untuk menanggung beban 2 kacamata itu. Hihihi…

After all, hariku hari ini menyenangkan. Though my mood still doesn’t back entirely, but it was really refreshed my mind. Thank God, you give me this day!

Self talking, “Get back to work on your TA!!!”