Wednesday, December 29, 2010

A Review

Hay friendssss!! How are you all in these almost-year-end days??

Yup, I has just finished my study yesterday, as I write in the other post below.

Tahun 2010 adalah tahun yang paling melelahkan untukku, walalupun banyak juga hal-hal yang menyenangkan dan tidak terduga terjadi. Tulisan ini mungkin bisa dibilang kaledioskop (halah kayak di infotainment aja). Tapi buatku sih lebih ke review, apa aja yang kulakukan, apa yang kucapai, dan apa yang terjadi pada tahun angka cantik ini.

Awal tahun ini, aku memulainya dengan masih berstatus jomblo hina dan baru saja menyelesaikan laporan KP/kerja praktek yang tertunda hampir setahun (padahal jadi prasyarat untuk daftar TA/tugas akhir). Tapi akhirnya aku cukup oke juga untuk daftar TA. Rencananya mau lulus bulan Mei. Tapi yang terjadi, aku baru ujian pendadaran bulan Desember ini, hari-hari terakhir pula. Itupun setelah tertunda 2 periode wisuda, Agustus dan November, dan kelangkahan sama adik-adik angkatanku (2006). Agak kecewa juga, tapi ya syukur lah, TA yang kukerjakan setahun ini akhirnya selesai juga. Dan memang semuanya akan baik pada waktunya, coba kalo aku lulus November, nggak wisuda deh… AHAHAHA, sorry buat temen-temen yang ketiban sialnya, peace!

Pertengahan tahun, di luar dugaan akhirnya aku menjalin hubungan asmara dengan seseorang. Setelah hampir divonis oleh lingkungan sekitar aku nggak bisa jatuh cinta lagi karena pengalaman pahit dengan mantan pacarku yang jadian sama mantan pacarnya (hayah gimana ini?), dan lebih banyak menulis teori-teori percintaan yang suram dan pessimistic, akhirnya aku membuka hati pada seseorang. Awalnya mungkin segalanya terasa menyenangkan, terasa smooth-smooth aja, dan berjalan konstan. Tapi endingnya… aku berasa kayak diiris pake pisau roti, sruk sruk sruk, dikit-dikit tapi sakit dan yang jelas terpotong jadi beberapa bagian tidak sama rata. Hufff… but still, I appreciated him for the nice days he gave to me.



Bulan puasa tahun 2010 ini adalah yang paling berat yang kurasakan selain bulan puasa tahun 2007.Ya, selain masih terantuk masalah hati, aku cukup ribet juga dengan TA yang nggak kunjung selesai dan aku mati ide buat nulis. Data lapangan dan data sekunder udah oke, tapi gimana nulisnya? I desperately had no idea at all. Hari-hari yang berat ini, entahlah, aku malah dapat berbagai macam penyegaran spiritual yang (lucunya) malah datang dari diriku sendiri. Aku bersyukur melewati masalah-masalah berat itu dengan cara-cara yang baik dan nggak menyiksa diri. Dari situ juga aku belajar untuk lebih mencintai dan menghargai diriku sendiri. Orang lain boleh menyakiti aku, tapi aku nggak boleh untuk menyakiti diriku sendiri.

(me and papa on Pasar Ramadhan Kauman)


Semakin mendekati bulan-bulan akhir, aku banyak berkutat dengan menyelesaikan TA-ku ini, bagaimanapun caranya. Aku lebih banyak disibukkan dengan bolak-balik perpus, atau bertapa di kamar buat menyelesaikan hal yang menyiksaku ini. Really, TA was thrilling and frustrating me a lot!!! Akhir Oktober kemarin aku pra-pendadaran (oke, aku baru tau kalo istilah ini cuma ada di UGM,so, ini maksudnya adalah sidang/ujian skripsi gitu). Tapi sayang, targetku untuk mengejar wisuda November nggak bisa tercapai, karena revisinya maha banyak!!! Masih harus ke lapangan lagi, nyari data ke instansi lagi, repotnyaaa!!! Sempet down sebulan, dan di akhir November, sepulangnya aku dari ngungsi di Jakarta, aku memberanikan diri untuk menyelesaikannya lagi, dan malah ditantang dosenku untuk pendadaran pula. OOOOHH!! Senangnya!

(ash rain and the masker rider!)


Bicara soal ngungsi, sebenernya it was not that necessary for me and my family to refuge that far, my house position is quite far from the dangerous area of the volcano. We went back to Jogja after we make sure that Jogja condition is safer. By only living with 1 sister and 2 cousins, I learned to be more responsible of my family and household. Yeah, aku menjadi kakak rumah tangga gitu ceritanya. Mulai dari masak, beres-beres, sampai ngurusin hewan peliharaan. Beruntungnya adik-adikku itu pengertian dan juga ikut membantu, kadang aku lagi males masak, atau terlalu sibuk nggarap TA, mereka nggak protest tuh walaupun aku baru bisa nyiapin makan malam jam 24.00. Hahahaha… moga-moga mereka nggak kena maag ya sepulangnya dari ngungsi di rumahku. Setelah mereka pulang, rasanya kok jadi sepi juga ya rumah… dan karena sekarang sedang tahap finishing my TA, aku menyatakan deactivate menjadi kakak rumah tangga.

Tahun ini juga merupakan tahun yang menyenangkan buatku, terutama untuk urusan keluarga dan teman-teman. Tahun ini di keluargaku ada yang menikah dan punya anak, seneng banget punya kepon cantik dan lucu. Sampai-sampai aku kalo ketemu dia (namanya Tania) nggak pernah bosen buat becandain. Hehehe… and I’m glad for my cousin’s marriage, she deserve to get a kind husband as him (I ever mention her wedding in my several previous posts). My childhood bestfriend also get married in the late November. I’m really happy for her. Kabar terbarunya, dia udah hamil 2 minggu. WUAAAAW!! Semoga selalu sehat dan selamat. Wait for your baby, friend *hugs*.

Menjomblo juga bukan berarti aku sendiri. Beberapa kali kubilang, aku dikelilingi oleh teman-teman yang baik dan menyenangkan. Bukannya excuse juga sih, karena kuakui being single is really not good! Dalam kapasitas teman, kadang seseorang terasa lebih comfort untuk saling berbagi cerita dan beban, bahkan nggak ragu-ragu untuk membantu. Begitu juga aku pada mereka dan mereka padaku. Senangnya. Walau aku juga tau, pasti akan ada saatnya dimana kami akan berdiri sendiri-sendiri, dan membantu teman bukanlah menjadi prioritas lagi. Tapi aku tetap akan selalu mengingat mereka baik-baiknya.

Selain itu, karena menghadapi banyak hal berat bersama-sama, rasanya aku jadi lebih mengenal sahabatku sendiri. Padahal aku sudah kenal dia dari ingusan sampai besar begini, tapi aku baru merasa benar-benar mengenalnya saat ini. Banyak hal mengejutkan yang kutemukan darinya, ada yang menyenangkan, ada juga yang membuatku rasanya pengen nggantung dia di atas pohon, kutusuk-tusuk lalu kucelup di Selokan Mataram. Tapi bagaimanapun dia tetap orang yang paling berharga buatku (selain keluarga), and he’s the one I don’t want to lose of…

(my bestfriend and me)


Yah begitulah kira-kira waktu setahunku ini kuhabiskan. Maaf kalo ceritanya nggak urut…

Yang pasti, tahun ini adalah tahun penuh warna yang nggak mungkin kulupakan. Kalau menengok lagi ke resolusi awal tahun 2010-ku, banyak hal yang belum bisa tercapai, dan ada hal yang nggak kurencanakan malah terjadi. Begitulah hidup. Aku sangat-sangat-sangat bersyukur masih diberi kesempatan hidup oleh Allah. Walaupun diberi berbagai macam ujian (ingat, kesenangan juga termasuk ujian lho!), tapi aku nggak akan menyerah, harus menjadi manusia yang lebih baik lagi!


Welcome 2011!
I’m excited to passing you!

HAPPY NEW YEAR, ALL

I am an Engineer!!!


Yeah, finally I passed the final presentation of my final project yesterday!

Though it still tons of revisions have to be done so soon (for about 2 weeks), I still on fire to finish it and get my title, ST (Sarjana Teknik/engineer). Actually I’m not going to become an engineer, as you know, I study on urban planning field, which is not handling any ENGINE. Hehehe. But I’m still proud to say that I’m an engineer. So, maybe in the middle of February, my name become a bit changed, with 2 characters added. Atrida Hadianti, ST

(Here's me, on the final project site, Selokan Mataram)


Some asked me, "What will you do next?
"

So much plans rushing into my head, I don’t know what I should do first, but I try to think and arrange the ideas. First, I must finish the revision, it’s a must. Second, I have to take a therapy of my disease, 4 or 5 days in hospital, then I (maybe) cured. And third, I want to fulfill my dream to become a travel writer. I don’t know where I should start to become a writer, but this is my passion, and I think I have to make it true, whatever it takes. Maybe I would create one more blog, just for posts related to travelling. But still, I will write here first :)

Greater plan, honestly, I don’t feel I will directly drowning into job seeking world, I know, we have to make money for living, but I will not forcing myself. I said to my parent, how if I plan to take graduate school overseas? And they really support it. So, maybe in early 2011, I will be busy for graduate scholarship hunting. Wish me luck!

But how I make money to afford the traveling plan?

Hem… I don’t know exactly, but I will try to apply some of those formal jobs or projects. But still, I’m not forcing myself. I’m quite idealist to choose a job. I won’t take the job that I’m not competent (or enjoy) in it, such as banking fields. Really, I want to work in design fields. I now start looking for it, the job I will fitted in.

Some friends are getting married or planning to get married, here, include my first boyfriend (since I was junior high until early college) who will get married in January 1st, 2011. What a surpriseeee!!! Honestly, I’m a bit sad of this, but what can I do for more? I can only pray the best for him and his new-built family. May you have a very good life after this, become a good doctor, good husband and good father. I’m glad you still remember me and be friend with me.

What about me?

I wasn’t thinking much about love life for this late 3 months. After the painful separation with Mr. It’s Complicated, I become more more careful about love matters. Be friend is okay, but for more, it will be a quite long consideration. That’s not mean I close myself, but I don’t want to get hurt like that again. Somehow, I think people who firstly love me could become easily lose feeling of me after knowing how the real I am. So, everyone’s welcome to know me more, but to loving me, make sure of it first!! And prove it to me (is it a challenge? Hahahah!!)


I actually already plan to get married. But I still don’t know who will I married to and when the exact time. Maybe after I finish the graduate school, or maybe after I get a stable job. Deep inside my heart, I want to get married at my age 25 with someone  I really loved. Wish it can come true….

Yeah, this is me now, standing on the new stage, ready for the new world.
Here I come, world!!!


PS: thank you so much, friends, for support and pray… I know it’s not only about me, but I’ve supported by you all!


Sunday, December 26, 2010

Souvenir dari Merapi

Oke friends, I wasn’t visiting Merapi area today, but I was about to have lunch in my favorite restaurant Jejamuran, and suddenly my eyes catch such an interesting thing in a souvenir stall around the restaurant.



Yup!!! Menarik kan? Dijual VCD dokumentasi erupsi Merapi 2010. Oke, buat yang nggak tertarik, mungkin akan berpikir ini sekedar memanfaatkan peluang aja dari musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Merapi beberapa minggu lalu. Tapi sekarang Merapi (syukurnya) udah mulai tenang, tapi saudaranya, Gunung Bromo yang mulai bergejolak. Sayangnya berita erupsi Gunung Bromo nggak seheboh Merapi waktu itu, karena ketutup sama hingar-bingar euphoria Piala AFF. Kasiannya…

Oke, back to this interesting piece. Awalnya aku juga berpikiran kayak gitu sih, “Wow, ada juga orang yang menjadikan dokumentasi bencana sebagai souvenir yaaa…,”. Aku berlalu begitu aja melewati lapaknya dan menikmati makan siangku di Jejamuran. Sedikit pamer, menu makan siangku ini bener-bener enak, sampai-sampai aku rela nahan laper di perjalanan dari rumahku di Prambanan sampe ke Sleman, kira-kira 25 km lah, dengan perut udah laper kruyuk begitu sampai di tempat. Mana pake ngantri buat dapet tempat duduk pula. Kruuuk… Sambil nunggu makanan jadi, aku SMS-an sama temenku di Surabaya, ternyata dia penasaran juga sama tempat makan ini. Yup, sesuai namanya, tempat makan ini menyediakan menu-menu dari bahan dasar jamur-jamuran yo ge ge thok. Ada sate jamur (yang paling yummy versi adikku), tongseng jamur (my fave), rendang jamur (my parent’s choice), lumpia jamur, dadar jamur shitake, dan lain-lain yang berjamur (lho?). Silakan membayangkan dan ngiler sendiri. Hahahaha!

Wah, sepertinya aku mulai keluar jalur ya ceritanya. Oke oke, jadi habis kenyang menyantap hidangan berjamur itu (waks!), aku kok tiba-tiba kepikiran sama jualan VCD tadi ya. Kok menarik sekali… Di tengah maraknya wisata bencana di Jogja tercinta, ada juga yang menawarkan souvenir dokumentasi bencana sebagai pelengkap. Komplit sudah!


Antara etika dan informasi

Essentially, aku nggak setuju sama wisata bencana dan sejenisnya, termasuk orang yang nonton banjir lahar dingin di Kali Code. Selain bahaya dan terlalu riskan, rasanya nggak etis aja ya… musibah kok dijadikan tontonan. Beda misalnya kalau sudah agak lama berlalu, ya at least sampai bencananya bener-bener berhenti dan masa berdukanya selesai. Coba bayangkan, lagi panik-panik dan sedih-sedihnya kita ditinggal sanak saudara karena musibah, eh… ada orang-orang yang segar bugar sehat wal afiat dan bahagia datang buat foto-foto dengan latar belakang lokasi musibah plus korban-korbannya, males banget nggak sih? Kira-kira begitu.

Tapi keberadaan si VCD dokumentasi ini membuatku berpikir agak lain. Waktu kutanya sama penjualnya, ini siapa yang bikin? “Ini suami temen saya, dia kameraman yang jadi korban erupsi Merapi, istrinya yang minta tolong saya njualin” ehm, bener atau enggaknya pernyataan itu, tapi aku cukup tersentuh juga. Apa juga tujuannya ya? Sekedar memanfaatkan peluang (yang aku tau ini bakal cuma sesaat) atau emang pengen menyebarkan informasi? Akhirnya mamaku beli VCD ini (FYI, beliau emang kerjanya koordinasi urusan kesehatan saat bencana).



Sampai rumah, kami tontonlah VCD ini bersama-sama. Cukup lengkap juga, mulai dari sebelum Merapi meletus, waktu upacara Labuhan yang dipimpin Mbah Maridjan, evakuasi lansia dan balita, sampai erupsi yang melanda Cangkringan (yang mana kata si mbak penjualnya, kameraman ini menjadi korbannya). Lengkap juga, dan informatif. Salut buat kameraman dan editornya.

Aku jadi mikir, orang Jogja sekarang mulai kreatif ya? Mulai sadar pariwisata, sadar dikunjungi orang banyak, sehingga menimbulkan ide-ide baru buat memasarkan daerahnya. Sebagai (calon) planner, ini bener-bener keren. Selama ini aku selalu berpikir kalau wisata di Jogja itu hanya seperti permen tanpa bungkus, walaupun manis, tapi nggak menarik buat dibeli karena kemasannya kurang meyakinkan.

Apakah kemasan wisata itu?

Wisata nggak hanya bisa dijual obyeknya. Ambil contoh wisata alam Merapi. Bagi kalian yang pernah berkunjung ke Kaliurang dan sekitarnya, disana ada gardu pandang, ad ataman bermain, ada museum, ada vila-vila, ada tempat makan, dan lain-lain. Itu baru kemasan fisiknya. Atraksi lainnya? Seingetku sih ada pertunjukan Jathilan setiap hari Minggu, terus ada juga wisata kuliner jadah-tempe, trekking, dll. Tapi sayang, apa sih yang bakal kita bawa sebagai cenderamata dari situ? Yaaah… kadang ada juga sih yang jualan foto-foto Gunung Merapi, atau bunga edelweiss kering, tapi kok kayak kurang ada touch-nya gitu…

Nah, VCD ini bisa jadi cinderamata yang cukup menarik buat melengkapi “kemasan” itu. Dengan harga yang cuma 25.000 rupiah, penonton bisa dapat informasi dokumentasi lengkap mengenai erupsi Merapi yang paling menghebohkan satu dekade terakhir ini. Isinya komplit, walaupun secara sinematografi rasanya kayak nonton acara mbangun deso di TVRI tahun 90an, bukan kayak nonton dokumentasi ala Metro TV atau TV One. Tapi secara konten, saluuuut… video ini nggak se-lebay yang di tipi-tipi, walaupun esensi ketegangannya masih kerasa.

Here’s some caps of the movie

Ritual Labuhan yang dipimpin Mbah Maridjan (kiri) dan proses evakuasi sebelum erupsi (kanan)

Proses evakuasi lansia dan balita

Detik-detik sebelum letusan Merapi

Desa Kinahrejo dan sekitarnya setelah erupsi Merapi

Oke friends, bagi kalian yang berminat, silakan datang ke Jejamuran dalam waktu dekat ini. Soalnya aku nggak tau, apa dia masih jualan disana atau nggak kalo kalian kelamaan. Sebenernya aku bisa aja sih ngopy, tapi kok ya… nggak tega aja mbajaknya. Hahaha…

Inilah alasan kenapa aku males nonton pertandingan malem ini, pas nonton malah kegolan, bete abiss!!! Pengen nyolok mata suporter Malay yang ngelaserin kang Markus!!!!

Saturday, December 25, 2010

DOKI DOKI! DOKI DOKI! My final presentation would be held on December 29. Wish me luck, friends.... Huhuhu...

I'm in Fashion


I’m not a fashion blogger, actually. Though I love to post my photo with different clothes, or following many different fashion blogs, and some of friends said that I’m kinda stylish in campus. Huahaha…  In fact, I don’t really care with the way I look, and you know what, I can wear the same outfit in the same week. I only have few daily clothes in my wardrobe.

How I describe my style…

Basically, I’m a department store girl. When girls at my age loves to shop in boutiques or special clothing stores that only sell one item for one piece of dress, so there’s no one else have the same clothes as theirs. But me? I ever met my friend wearing the same outfit as mine in my campus, and we just laughed together!!! For me, it doesn’t matter that someone else wearing the same cloth as mine, because it will always look different, depend on who wore the cloth and how they wore the cloth ;)

Couple years ago, I loved to be a very-different person, look strange or weird was my fashion statement. I loved to wear mini skirt over the pipe jeans trousers, or tied pashmina around my belly. Sounds weird, huh? Yeah. I thought that mainstream fashion is only for people who have more money to buy that (damn) good clothes, and feminine character. Me? I’m not that rich to afford the clothes, I was a (very) tomboy girl and had no taste on fashion at all. I didn’t really like grooming, not even wore good looking clothes or put any make ups. I thought it made me look natural and honest, not hiding anything underneath the clothes or make up.

Lately, I become more paying attention of my look. My father said, “Good grooming represent that you have good respect of yourself. So, grooming well, and people will respect you,”. That’s really changed my mind about fashion. Fashion is a part of good grooming, and if you could see wider, fashion is not about wearing an expensive exclusive branded clothes, but it is how you wear even an ordinary or unbranded clothes to be look good and fit on you, your body and your character. Also, comfy is a must, no bargain.

I prefer to be look very simple and casual for daily activities: going to campus, survey, etc. I look just like any other girls in campus, with shirts, jeans, jacket, canvas shoes, and glasses. Very ordinary. My mother told me that a girl should put any accessories to complete the look, so I also wear accessories, such as earrings, necklace, bracelets. I only wear two rings in my sweet-fingers (anyone know what is “jari manis” in English??), one in the right is from my mother, a small sparkling ring, and one in the left is a silver ring I bought in Bali when I was in high school. Usually, I didn’t put any make ups on my face, only few touch of powder and lip balm. My sister puts full make up every day, and she also teach me how to use make up, especially eye-shadowing and eye-linering, I always weak on doing it.

My daily outfit, I put batik outer top to give unique touch


For special occasions, actually I love traditional fabrics, especially batik. A while ago, I loved batik hunting with my girl-bestfriend, looking for new and fresh designs, and then take it to the tailor. My favorite tailor is actually my driver’s wife, so I could get the very cheap charge, yay!!! *bounce bounce* So now, I have more semi-to-formal clothes in my wardrobe and not much worry when I have to attend some semi-to-formal events. Besides, I now also love to wear pretty shoes. Remember, in one episode in Hana Yori Dango/Meteor Garden/Boys Before Flower, there’s a nice quote about shoes, “Beautiful shoes will take you to beautiful place,”. For shoes partner, there’s one of my favorite fashion item, stocking. I don’t know, I feel uncomforted, especially when I wear short skirt, without a pair of stockings. Make ups? As usual, I adjusted it with my dress tone. I also make experiment in eye-shadowing. Again, my sister teach me how to use it correctly. How can she become so good-skilled in make up? She learns (and inspired) from Michelle Phan, a young make up artist.

I love batik and any Indonesian traditional clothes <3


I love earthy colors, like terracotta orange, soil brown, or leaf green, plus sky blue. Solid colors I loved is white. But why I put “pink” in my blog name? Because my sister ever told me that I look good in pink, oh really? LOL. Yup, I have too many pieces in earthy color. I don’t know what influenced me. Some said that Taurus is fitted in that earthy colors, I’m quite sure, in fact, some of my Taurean friends also love these colors and they look good on it.

I love this outfit the most! Earthy color, simple and comfort


My inspiration on fashion is come from many sources, books, magazines, fashion blogs, cosplay, etc. I’m not strictly fixing on my style in one style like vintage or modern or edgy or retro or you-name-it etc. My personal fashion statement is simple and a bit unique, whatever the style-name is. But the most important is… COMFORT!

Hahaha, I laughed after finish edited this picts, I looks like zooming my size :D


Here’s some of my favorite inspiring bloggers, I don’t make any border or theme, but I’m sure you will know how my personal taste is. Enjoy blog walking and get inspired.


PS: also check out  me and my sister’s blog Sosweetan, thank you!

My final presentation (Insya Allah) would be held on December 29, please wish me luck, friends!!! <3 love you all!

Wednesday, December 15, 2010

Countdown

GOOD NEWS!!!

(Me, in campus library a year ago)


Yeah, finally, after almost a year I work on this (thrilling and frustrating) final project, I got a green lamp to final presentation (or we called it ‘ujian pendadaran’). YUHUUU!!! And you know when it would be held? In the last week of this year! W-O-W.

I’m so excited and also scared facing the presentation. A lot of works have to be done, the text draft, maps, and ppt presentation. I must prepare the best for it!

Also, I ask you all to pray for me, may Allah give me success (and good point ;D hehehe).

YOSH! Let’s face and finish this mess!

(me, after pre-final presentation)


PS: for my bestfriend, come on boy, let’s finish it together, let’s shine together, I always support you and pray for you the best…:) you’re my motivation!

Saturday, December 11, 2010

Hello hello... (singing SHINee - Hello)

Knitting Fever

Hahaha… really, this crafting activity is seemed so so so granny! LOL.

Few months ago, I asked my mother to teach me knitting. Why?
Yes, these things (look picture below). A cute headband! Suddenly, I have a strong motivation to learn knitting. Besides, I already interested with knitted stuffs before, really! :)

From Etsy


So, here I am, become lazy to do anything but knitting. Everytime, everywhere, it saved me from boredom and even motion sickness in flight (can you believe that? I already proofed it!). When I knit, I forget everything, my problems with love and also the deathly final project. After I finish one form, I desire to learn the other more difficult form, I enjoy it much!!!


Oke, below are some of my knitting creations. Hehehe... if it is not too good to look, I'm still a newbie (excuseee!)


knit 1-2
Surprise gift to mother, a brooch (left) and gift for cousin, a flower necklace (right)

Practicing flower form, what do you think, better?


Tutorial book by Yuniar Wibowo.
And my trial and (a bit) success creation here.


Knit till you drop!

Thursday, December 9, 2010

Sayangnya kangen nggak bisa di-pending ya... :((

Kazoku/Family (QCAM Roll #4)




Yup, this is my 4th roll result of my QCAM shots. I'm sorry I'm not publishing my 3rd roll, because it was my experiment using BW film, but the result is all dark, grey, and cannot be seen. Really embarassing :((

Okay, this roll had been used in the latest Lebaran Holiday. So, there are so many pictures of my family and friends. In the first day, I met my big family from my father side in Madiun. Then, in the next day we went to Surabaya to visit my grandfather from my mother side, and directly left for Situbondo to visit my grandmother's grave (my friend said it calls "flowering", ha? Is "nyekar" called flowering in English??)

After the big family meetings, we suddenly have an idea to visit Madura (you can also see more pictures in this album: http://nekopinku.multiply.com/photos/album/75/Madura_Madura).

When the holiday is over, we went back to Jogja, and some friends held "Halal bi Halal" to gather all old friends together. Also, I visit my bestfriend's home, you know why? It must be many delicous home-made-cooking there! Yay! Hehehehe...

Technically, I think this roll result is better than before, I don't know, maybe the it's about lighting. When there is enough lights the result going good :) lesson learned

Tuesday, December 7, 2010

Tough Life Lately


Hay, how are you, people? Always always wishing you are all okay :)

Aku sendiri sedang sangat tidak oke akhir-akhir ini. Banyak hal yang membuat hari-hariku terasa berat. Yahh…, selain kepulangan orangtuaku dari haji (jelas seneng, dapet banyak oleh-oleh dan doa, hehehe).

First, since the final project still walking slowly on progress, I am being frustrated by it, like a nightmare on sunny day! Deep inside, there is a very strong desire to finish it, but when I face this electronic stuff called notebook laptop, I feel like suddenly I lost all ideas that came up flying inside my mind. Hh… I tried so hard to gather my mood to finish them so soon. I plan to have the presentation in December. I HAVE TO MAKE IT, IT’S A MUST!

It feels really not good when you want to finish some tasks but, in fact, you don’t even get the mood to do that. And it happens to my TA (tugas akhir/final project assignment). Padahal, apa susahnya sih nulis revisian yang udah jelas-jelas dikasih pengarahannya sama dosen? (asking myself) Jadi teringat juga SMSan sama adiknya sahabatku, kata dosennya, “Sebenarnya TA-mu ini mudah, asal kamu mau berpikir sederhana,” begitu kira-kira. Huff… (menghela napas panjang). Berasa déjà vu, dulu dosenku sendiri juga pernah bilang begitu, yang lebih jleb-nya lagi, beliau bilang, “Lha kamu itu hal yang gampang dipikir ribet sih,”. Dhezz, sepertinya aku mulai kembali ke titik awal lagi, waktu aku mati ide lagi, mau menyerah lagi. Rasanya setelah pra-pendadaran itu kok malah semangatku mengendur, bukannya makin semangat. I deeply going down to my lowest spirit…

Dan akhirnya aku bener-bener menyerah. Dengan mengorbankan segala gengsi dan harga diri (halah), aku mengirim SMS ke dosen pembimbingku, “Pak, kapan Bapak ada waktu untuk konsultasi? Saya kesulitan untuk menyelesaikan revisi TA saya,” SENT. Untungnya si Bapak berbaik hati, atau mungkin kasian baca SMSku yang melas itu, langsung dibales (tumben-tumbennya lho!), “Oke, besuk pagi jam 8 ya,” huff (menghela napas lagi) kali ini aku ngadep dosen dengan tidak membawa kemajuan apa-apa, ya sudah lah, yang penting ada niatan yang baik untuk segera menyelesaikan benang kusut ini.

Honestly, aku pengen banget cepet selesai, banyak hal yang kuagendakan akan kulakukan setelah semua kekisruhan ini kelar. Bukan formal job, bukan proyek dosen, bukan proyek temen juga, but my personal projects and plan, salah duanya adalah jalan-jalan dan kuliah S2 di ITB. Hahaha… Semangat ya, kucing pink… makanya jangan males-malesan terus, walaupun udara emang enak buat dipake tidur! Wake up, girl! Oke, janjiannya tanggal 13 ini kami mau bertemu lagi, kemarin sudah liburan seminggu buat menjemput papa-mama dan menghabiskan waktu dengan mereka, sekarang ayo mulai lagi,
set the fire!!!


(my room corner, messy and full of unnecessary stuffs)


Tiga minggu kemarin, bener-bener nggak ngerti deh aku ngapain aja. Yang jelas, aku menjadi full-time housesister, yes, kakak rumah tangga! Sendiri bersama 3 ekor adik (satu adikku sendiri, 2 sepupu) yang semuanya sedang ditinggal ortunya pergi. Praktis aku sebagai kakak tertua yang mengurus segala kebutuhan rumah tangga, mulai dari kebersihan rumah, masak, sampai ngawasin jam pulang adik-adikku. Tapi kalo soal yang masak sih… aku emang suka, jadi ya nggak jadi beban juga, wong seneng. Apalagi aku akhirnya bisa juga masak rawon (walaupun pake bumbu jadi ditambah tanaman-tanaman lain seperti sereh, bawang merah, daun jeruk, daun salam dan laos). Juga bisa bikin kolak labu sendiri tanpa petunjuk mama, dan kata temenku sih enak (nggak tau deh dia bilangnya beneran atau buat menghibur, yang jelas, there was no one poisoned by my cooking  :D). Yah, aku pikir nggak jelek juga jadi kakak rumah tangga, tapi lama-lama aku bisa gemuk juga kalo kaya gini terus. Hahahhaha!!!


Salah satu kegiatan yang (sebenernya) asik tapi kata adikku bikin aku keranjingan dan males ngapa-ngapain adalah… merajut! Yes, can you believe that a tomboy girl like me loves knitting? I bet you couldn’t believe it! Hahaha… Yup, rasanya kaya kesetanan aja kalau udah ngerajut. Oke oke, biar kuluruskan dulu, aku merajut pake metode hakken ya, bukan breien (simbah-simbah banget kalo ini, dan aku juga belum bisa). Hihihi… lumayan juga sekarang sudah bisa bikin bentuk-bentuk yang bisa dipake (bros, kalung, tatakan gelas) walaupun bentuknya masih berantakan /gg


“How’s your love life, Tid?” my friend ask me in her PM.

Yes, I have just found out that some friends are curious about my love life. Entahlah, padahal akhir-akhir ini aku menjalaninya biasa saja. Nothing special about my love life. Beberapa orang sampai mengira aku kapok jatuh cinta karena beberapa kali endingnya nggak bahagia. Anda salah, saudara-saudara! Aku hanya memberi waktu untuk diriku sendiri berproses pelan-pelan. Dan lagi, aku masih bisa jatuh cinta. And I already in love. But certain circumstances do not allowed me to explicitly exposing who’s Mr.Crush is, I’ll tell you later. Kali ini, aku lebih ingin memberi cinta buat dia, walaupun aku tau itu akan sangat sulit, karena aku sendiri seringkali nggak bisa mengendalikan diri untuk nggak berekspektasi macam-macam sama dia, tapi mau gimana lagi, kadang perasaan susah diatur, setan kecil itu selalu muncul sekalipun aku sedang jatuh cinta. Dan ternyata di semua kisah cintaku, kangen adalah hal yang paling menyiksa, kadang pengen banget ketemu, tapi nggak bisa, dan itu membuatku gelibak-gelibek di kasur kayak ikan ditaruh di darat. Rasanya mau bilang sama dia “Aku kangen,” tapi kok gengsi ya. Kalau kata temenku, aku seperti anak SMP aja, padahal umurku sudah 23, masih jadi mahasiswa pula.


Yes, he’s really special for me. I try to do the best for him. Persoalan dia bakal menyambut perasaanku ini atau nggak, mungkin hanya waktu dan Allah yang bisa menjawab. I really love this man, but the fate is Yours, I just follow what my heart says… to love someone, and someday be loved in return. Wish me luck in this journey, friends!

"The greatest thing
You'll ever learn
Is just to love and
Be loved in return"

(Nature Boy by David Bowie)


Good night everyone!



PS: buat yang tadi minta fotoku pake kerudung pashmina, monggo dipun pirsa:)



Rasanya komentatornya pengen tak sumpel!! Kalem dikit napa?! Huh

Kali ini Indonesia bisa menang lagi nggak ya? Semangat!! Harus menang!! *berdoa* (51 seconds ago)