Wednesday, December 29, 2010

A Review

Hay friendssss!! How are you all in these almost-year-end days??

Yup, I has just finished my study yesterday, as I write in the other post below.

Tahun 2010 adalah tahun yang paling melelahkan untukku, walalupun banyak juga hal-hal yang menyenangkan dan tidak terduga terjadi. Tulisan ini mungkin bisa dibilang kaledioskop (halah kayak di infotainment aja). Tapi buatku sih lebih ke review, apa aja yang kulakukan, apa yang kucapai, dan apa yang terjadi pada tahun angka cantik ini.

Awal tahun ini, aku memulainya dengan masih berstatus jomblo hina dan baru saja menyelesaikan laporan KP/kerja praktek yang tertunda hampir setahun (padahal jadi prasyarat untuk daftar TA/tugas akhir). Tapi akhirnya aku cukup oke juga untuk daftar TA. Rencananya mau lulus bulan Mei. Tapi yang terjadi, aku baru ujian pendadaran bulan Desember ini, hari-hari terakhir pula. Itupun setelah tertunda 2 periode wisuda, Agustus dan November, dan kelangkahan sama adik-adik angkatanku (2006). Agak kecewa juga, tapi ya syukur lah, TA yang kukerjakan setahun ini akhirnya selesai juga. Dan memang semuanya akan baik pada waktunya, coba kalo aku lulus November, nggak wisuda deh… AHAHAHA, sorry buat temen-temen yang ketiban sialnya, peace!

Pertengahan tahun, di luar dugaan akhirnya aku menjalin hubungan asmara dengan seseorang. Setelah hampir divonis oleh lingkungan sekitar aku nggak bisa jatuh cinta lagi karena pengalaman pahit dengan mantan pacarku yang jadian sama mantan pacarnya (hayah gimana ini?), dan lebih banyak menulis teori-teori percintaan yang suram dan pessimistic, akhirnya aku membuka hati pada seseorang. Awalnya mungkin segalanya terasa menyenangkan, terasa smooth-smooth aja, dan berjalan konstan. Tapi endingnya… aku berasa kayak diiris pake pisau roti, sruk sruk sruk, dikit-dikit tapi sakit dan yang jelas terpotong jadi beberapa bagian tidak sama rata. Hufff… but still, I appreciated him for the nice days he gave to me.



Bulan puasa tahun 2010 ini adalah yang paling berat yang kurasakan selain bulan puasa tahun 2007.Ya, selain masih terantuk masalah hati, aku cukup ribet juga dengan TA yang nggak kunjung selesai dan aku mati ide buat nulis. Data lapangan dan data sekunder udah oke, tapi gimana nulisnya? I desperately had no idea at all. Hari-hari yang berat ini, entahlah, aku malah dapat berbagai macam penyegaran spiritual yang (lucunya) malah datang dari diriku sendiri. Aku bersyukur melewati masalah-masalah berat itu dengan cara-cara yang baik dan nggak menyiksa diri. Dari situ juga aku belajar untuk lebih mencintai dan menghargai diriku sendiri. Orang lain boleh menyakiti aku, tapi aku nggak boleh untuk menyakiti diriku sendiri.

(me and papa on Pasar Ramadhan Kauman)


Semakin mendekati bulan-bulan akhir, aku banyak berkutat dengan menyelesaikan TA-ku ini, bagaimanapun caranya. Aku lebih banyak disibukkan dengan bolak-balik perpus, atau bertapa di kamar buat menyelesaikan hal yang menyiksaku ini. Really, TA was thrilling and frustrating me a lot!!! Akhir Oktober kemarin aku pra-pendadaran (oke, aku baru tau kalo istilah ini cuma ada di UGM,so, ini maksudnya adalah sidang/ujian skripsi gitu). Tapi sayang, targetku untuk mengejar wisuda November nggak bisa tercapai, karena revisinya maha banyak!!! Masih harus ke lapangan lagi, nyari data ke instansi lagi, repotnyaaa!!! Sempet down sebulan, dan di akhir November, sepulangnya aku dari ngungsi di Jakarta, aku memberanikan diri untuk menyelesaikannya lagi, dan malah ditantang dosenku untuk pendadaran pula. OOOOHH!! Senangnya!

(ash rain and the masker rider!)


Bicara soal ngungsi, sebenernya it was not that necessary for me and my family to refuge that far, my house position is quite far from the dangerous area of the volcano. We went back to Jogja after we make sure that Jogja condition is safer. By only living with 1 sister and 2 cousins, I learned to be more responsible of my family and household. Yeah, aku menjadi kakak rumah tangga gitu ceritanya. Mulai dari masak, beres-beres, sampai ngurusin hewan peliharaan. Beruntungnya adik-adikku itu pengertian dan juga ikut membantu, kadang aku lagi males masak, atau terlalu sibuk nggarap TA, mereka nggak protest tuh walaupun aku baru bisa nyiapin makan malam jam 24.00. Hahahaha… moga-moga mereka nggak kena maag ya sepulangnya dari ngungsi di rumahku. Setelah mereka pulang, rasanya kok jadi sepi juga ya rumah… dan karena sekarang sedang tahap finishing my TA, aku menyatakan deactivate menjadi kakak rumah tangga.

Tahun ini juga merupakan tahun yang menyenangkan buatku, terutama untuk urusan keluarga dan teman-teman. Tahun ini di keluargaku ada yang menikah dan punya anak, seneng banget punya kepon cantik dan lucu. Sampai-sampai aku kalo ketemu dia (namanya Tania) nggak pernah bosen buat becandain. Hehehe… and I’m glad for my cousin’s marriage, she deserve to get a kind husband as him (I ever mention her wedding in my several previous posts). My childhood bestfriend also get married in the late November. I’m really happy for her. Kabar terbarunya, dia udah hamil 2 minggu. WUAAAAW!! Semoga selalu sehat dan selamat. Wait for your baby, friend *hugs*.

Menjomblo juga bukan berarti aku sendiri. Beberapa kali kubilang, aku dikelilingi oleh teman-teman yang baik dan menyenangkan. Bukannya excuse juga sih, karena kuakui being single is really not good! Dalam kapasitas teman, kadang seseorang terasa lebih comfort untuk saling berbagi cerita dan beban, bahkan nggak ragu-ragu untuk membantu. Begitu juga aku pada mereka dan mereka padaku. Senangnya. Walau aku juga tau, pasti akan ada saatnya dimana kami akan berdiri sendiri-sendiri, dan membantu teman bukanlah menjadi prioritas lagi. Tapi aku tetap akan selalu mengingat mereka baik-baiknya.

Selain itu, karena menghadapi banyak hal berat bersama-sama, rasanya aku jadi lebih mengenal sahabatku sendiri. Padahal aku sudah kenal dia dari ingusan sampai besar begini, tapi aku baru merasa benar-benar mengenalnya saat ini. Banyak hal mengejutkan yang kutemukan darinya, ada yang menyenangkan, ada juga yang membuatku rasanya pengen nggantung dia di atas pohon, kutusuk-tusuk lalu kucelup di Selokan Mataram. Tapi bagaimanapun dia tetap orang yang paling berharga buatku (selain keluarga), and he’s the one I don’t want to lose of…

(my bestfriend and me)


Yah begitulah kira-kira waktu setahunku ini kuhabiskan. Maaf kalo ceritanya nggak urut…

Yang pasti, tahun ini adalah tahun penuh warna yang nggak mungkin kulupakan. Kalau menengok lagi ke resolusi awal tahun 2010-ku, banyak hal yang belum bisa tercapai, dan ada hal yang nggak kurencanakan malah terjadi. Begitulah hidup. Aku sangat-sangat-sangat bersyukur masih diberi kesempatan hidup oleh Allah. Walaupun diberi berbagai macam ujian (ingat, kesenangan juga termasuk ujian lho!), tapi aku nggak akan menyerah, harus menjadi manusia yang lebih baik lagi!


Welcome 2011!
I’m excited to passing you!

HAPPY NEW YEAR, ALL

No comments:

Post a Comment